Portal Indonesia
Habibie

Diduga Manipulasi Dana Umat, Ketua Dewan Stasi Pepil Dipolisikan

berita terkini
Tokoh Muda Stasi Pepil, Jenobius
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, BORONG - Diduga telah menyalahgunakan dana pembangunan Kapela (Tempat Ibadah), MB, Ketua Dewan Stasi Pepil Paroki Wukir Kecamatan Elar Selatan dipolisikan.

Demikian disampaikan oleh tokoh masyarakat Stasi Pepil, Arnoldus kepada media ini di Borong, Selasa (28/5/2019).

"Kami merasa kaget, padahal pembangunan kapela itu secara swadaya masyarakat, dengan menyumbang berbagai material dan dana. Tapi secara diam-diam, oknum Ketua Dewan Stasi itu  memanfaatkan momen ini untuk meraup keuntungan pribadi," tutur Arnoldus. 

Arnoldus mengatakan, dana hasil proposal yang diajukan oleh Ketua Dewan Stasi Pepil ke Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur senilai Rp 40 juta. "Kami kaget ada bantuan dana dari Pemkab, sementara pembangunan sudah selesai dengan cara swadaya masyarakat," ungkapnya. 

Arnoldus mengisahkan, pembangunan Kapela yang awalnya dilakukan secara swadaya masyarakat. Namun momen tersebut diduga dimanfaatkan oleh MB selaku Ketua Dewan Stasi Pepil, dengan cara mengajukan proposal dana secara diam-diam ke Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur.

Hingga akhirnya masyarakat Pepil mengetahui hal tersebut, setelah ada pendropingan material berupa semen 35 sak dan 7 ret pasir di lokasi Kapela pada bulan November 2018 lalu. 

Selanjutnya, masyarakat setempat menanyakan hal tersebut ke Ketua Dewan, dan MB mengaku kalau material itu dihasilkan dari proposal pribadi yang diajukannya ke Pemkab Manggarai Timur.

Setelah itu, masyarakat mencurigai hal tersebut dan melakukan penelusuran sumber dana dari proposal yang diajukan. Hal ini menjadi terang benderang setelah tim dari kabupaten turun ke lokasi pembangunan Kapela untuk mengambil Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari penggunaan dana Rp 40 juta tersebut.

"Kebetulan saat itu Ketua Dewan tidak ada di tempat, tim dari kabupaten ini sempat menemui bendahara untuk mempertanyakan tentang Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), dan bendahara saat itu kebingungan karena tidak tau," beber Arnoldus.

Sementara itu, tokoh muda Stasi Pepil, Jenobius menegaskan, pada intinya atas dugaan kasus ini, umat Stasi Pepil menilai Ketua Dewan Stasi Pepil telah melakukan kebohongan publik yang sangat luar biasa, dan mencari keuntungan atas nama umat dan rumah ibadah.

"Ini sesuatu yang sangat fatal. Tindakan ini tidak boleh dibiarkan, dan kami juga sudah membuat laporan ke Kepolisian Resort Manggarai," tandasnya. 

Jeno mengaku merasa heran atas keberanian MB dan tega memanfaatkan momen ini untuk mencari kepentingan pribadi dengan cara mengatasnamakan umat dan rumah ibadah. Inikan lucu," tambah Jeno.

Masih kata Jeno, selain mengajukan proposal secara diam-diam, ketua dewan juga diduga kuat telah memanipulasi tanda tangan umat dalam proposal tersebut. 

"Kami berharap, Kepolisian Resort Manggarai untuk bersikap sigap dalam kasus ini," pungkasnya. 

Reporter : Yopie Moon
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Digusur, Ketua Umum PB KMKM: Pemda Segera Kembalikan Pasar Rakyat Mamasa 
Berita Selanjutnya Kondisi Diguyur Hujan, Polisi Berhasil Lumpuhkan Pimpinan KKB Abu Razak

Komentar Anda