Portal Indonesia
Iklan mubar

Maju Pilbup Malang 2020, Bakul Keris Usung Politik Gotong Royong

berita terkini
Tokoh muda Malang Raya, (WES) Wahyu Eko Setiawan ( kaos hitam) rencana ikut maju Pilbub Malang 2020
ramadhan

MALANG RAYA, PORTALINDONESIA.NET - Diperkirakan pada bulan September 2020 nanti, Kabupaten Malang akan melaksanakan Pilkada Serentak (Pemilihan Bupati/ Pilbup). Namun beberapa kandidat sudah mulai tampak melakukan pergerakan turun ke bawah. Salah satunya adalah Wahyu Eko Setiawan, yang akrab dipanggil Sam WES. 

Saat ditemui di sebuah warung kopi di depan Pasar Pakisaji, Wahyu Eko Setiawan menjelaskan niat dan tujuannya untuk ikut maju dalam perhelatan Pilbup Malang tahun 2020 nanti. Dia juga menyampaikan beberapa pandangan dan pemikirannya untuk membangun Kabupaten Malang ke depan.

“Kita akan mengusung politik gotong royong. Yang mempunyai empat pilar, yaitu: kerja bersama, keterbukaan, saling menghidupi dan anti korupsi. Ini yang sangat dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Malang ke depannya.” Ujar Wahyu Eko Setiawan, saat ditanya apa tujuannya ikut maju Pilbup Malang tahun 2020.

Kenyataan saat ini di Kabupaten Malang, kita bersama semakin bisa menyaksikan bahwa politik telah direduksi menjadi sekedar urusan perebutan kekuasaan dan jual-beli jabatan antar kekuatan politik, antar elite politik, serta antar cukong politik. Dengan demikian, politik telah kehilangan inti etis dan ideologisnya, sebagai sebuah wahana seni dan sarana kebudayaan rakyat untuk mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan hidupnya. Hal itu disampaikan oleh Wahyu Eko Setiawan.

“Sesungguhnya politik itu adalah hasil dari kebudayaan rakyat. Sebuah wahana kebudayaan bagi rakyat untuk membangun masa depan hidupnya bersama-sama. Tetapi saat ini politik justru menjadi ajang perebutan kekuasaan. Rakyat justru menjadi korban dari politik. Ini yang harus segera dihentikan. Harus ada yang berani melawan.” Tambah Wahyu Eko Setiawan, yang juga dikenal sebagai seorang pedagang (bakul) keris. 

Selama ini, Wahyu Eko Setiawan juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian kebudayaan Nusantara. Khususnya budaya wesi aji/ tosan aji Nusantara. Bersama beberapa budayawan Malang Raya, Wahyu Eko Setiawan juga aktif mendirikan Sekolah Budaya Tunggulwulung dan beberapa Kampung Budaya yang ada di Malang Raya. 

“Kabupaten Malang adalah Lumbung Kebudayaan Nusantara. Topeng, Tari, Wesi Aji, Tradisi, dan masih banyak lagi karya-karya luhur kebudayaan Nusantara yang lahir dari Kabupaten Malang. Dan menurut pandangan saya, politik di Kabupaten Malang seharusnya adalah politik yang berkebudayaan. Benar-benar lahir dari rahim kebudayaan rakyat Kabupaten Malang. Intisarinya adalah gotong royong.” Sambung Wahyu Eko Setiawan.

Reporter : Galih
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Soal Perbatasan Matim-Ngada, Pansus DPRD Matim Kunjungi Lokasi
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda