Portal Indonesia
Habibie

Pendaftaran Pengisian Los dan Kios Pasar Baledono Diperpanjang

berita terkini
Los dan Kios pasar Balidono Purworejo
ramadhan

PORTAL INDONESIA NET PURWOREJO – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo memperpanjang pendaftaran bagi masyarakat umum yang akan mengisi Los dan Kios di Pasar Baledono Purworejo, Jawa Tengah. 

Batas waktu pendaftaran untuk pengisian 117 los dan kios Pasar Baledono yang semula berakhir 11 Juni, diperpanjang hingga 25 Juni 2019. 

Perpanjangan waktu itu dilakukan karena hingga batas akhir 11 Juni kemarin, jumlah pendaftaran calon pedagang belum maksimal. 

Hingga Senin (24/6/2019), pendaftaran telah melaumpaui target. Ratusan warga telah antri mendaftar untuk merebut 66 kios dan los yang dilelang.

Kepala Dinas KUKMP Purworejo, Gandi Budi Supriyanto, melalui kabid perdagangan dan pengelolaan pasar, Sri Suhartini saat dikonfirmasi menyebut ada 2.051 pedagang yang memiliki hak berjualan di Pasar Baledono, Dinas KUKMP sudah memroses agar mereka dapat masuk kembali. Namun, ternyata tidak semua pedagang mengurus izin untuk menempati kembali los maupun kiosnya.

Bahkan, setelah diberikan peringatan I, II, dan III hingga akhir Desember 2018 lalu, masih ada 117 los maupun kios yang pedagangnya belum mengurus izin untuk menempati kembali.

“Sehingga kami buka pendaftaran terbuka gratis, syaratnya hanya warga ber-KTP Purworejo, dan pendaftaran tidak dipungut biaya hanya bersedia membayar retribusi sesuai Perda,” sebutnya.

Pendaftaran tersebut dibuka sejak Mei lalu selama dua pekan dan berakhir Selasa (11/6). Namun, meski sudah dipublikasikan melalui berbagai media, ternyata hanya 44 los yang ada peminatnya.

“Itu pun hanya satu-satu (pedagang), sehingga bagaimana mau mengundi karena rencananya mau kami undi,” ungkapnya.

Dengan jumlah pendaftar yang belum maksimal itu, Dinas KUKMP kemudian memperpanjang waktu pendaftaran hingga 25 Juni.

Disebutkan, masih ada 22 los yang belum ada peminatnya. Selain itu, 44 los yang sudah ada peminatnya juga tetap terbuka bagi pendaftar agar tidak hanya ada satu peminat sehingga nantinya dapat diundi.

“Dari 117 yang semula belum terisi, ada 12 kios yang kaitannya masih dengan perbankan, masih punya hutang di bank (sertifikat menempati kios yang lama) sebagai agunan. Jadi itu tetap kami pegang, tidak akan kami undi. Karena kita komit dengan perbankan,” jelasnya.

Alasan lelang terbuka untuk warga umum, dilakukan agar pasar bisa ditempati semua pedagang, sehingga menjadi ramai.

“Karena kita ditarget untuk menambah pendapatan retribusi, ya kita harus memasukkan pedagang agar pendapatan kita naik, juga untuk meramaikan Pasar Baledono,” tegasnya.

Sri Suhartini menambahkan, pihaknya juga mempunyai berbagai upaya untuk meramaikan Pasar Baledono, diantaranya telah berkoordinasi dengan instansi maupun OPD-OPD terkait untuk meramaikan. Dicontohkan, Samsat serta Disdukcapil dapat membuka pelayanan di Pasar Baledono. Selain itu dapat juga diselenggarakan kegiatan keramaian seperti musik atau lomba menggambar mewarnai bagi anak-anak.

“Sehingga masyarakat (calon pedagang) tidak perlu khawatir. Kami dari Dinas mempunyai kiat-kiat itu untuk meramaikan. Kami sudah koordinasi dengan OPD terkait. Di atas (lantai atas pasar) juga Dinas Kesehatan bisa memanfaatkan untuk pelayanan kesehatan gratis,” imbuhnya. 

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Bea Cukai Juanda Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura
Berita Selanjutnya Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sarasehan Bintaltrajuang

Komentar Anda