Portal Indonesia
Idul adha

Gunakan Pipa BP3DT 1996, Proyek Pamsimas 2018 di Desa Ngargosari Timbul Masalah 

berita terkini
Sisa pipa paralon program Pamsimas yang berada disamping rumah ketua pelaksana. (Photo: Fauzi).
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Penggunaan pipa paralon pada realisasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2018 di Desa Ngargosari Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, menimbulkan masalah di tengah-tengah masyarakat desa setempat. 

Masalah itu muncul karena sebagian pipa paralon yang digunakan dalam realisasi program Pamsimas tersebut dari Bantuan Program Pembangunan Prasarana Pendukung Desa,Tertinggal (BP3DT) tahun 1996 silam. 

Seperti disampaikan oleh salah satu warga setempat. "Sebagian pipa paralon yang dipasang untuk disalurkan ke rumah warga dalam program Pamsimas itu memakai pipa paralon BP3DT tahun 1996 lalu. Sehingga proyek Pamsimas 2018, seakan tumpang tindih dengan BP3DT 1996," ungkap Sucipto mewakili warga lainnya. 

ia menceritakan, saat BP3DT tahun 1996 dilaksanakan, banyak warga yang ditarik iuran untuk pembelian pipa paralon. "Waktu itu, setiap warga ditarik iuran sebesar Rp 25 ribu," katanya. 

Kondisi tersebut membuat warga setempat merasa tidak puas dengan hasil realisasi program Pamsimas 2018. Tak heran jika ada warga yang memanfaatkan air bersih dengan cara melubangi pipa paralon lama (BP3DT) yang digunakan dalam program Pamsimas tersebut untuk dialirkan ke beberapa rumah warga. 

"Saya tidak melubangi pipa Pamsimas, tapi melubangi pipa aliran dari program jaman tahun 1996 dulu," kata Sucipto. 

Sucipto memberikan alasan kenapa dirinya nekat melubangi pipa tersebut, karena merasa turut serta dalam pembelian pipa saat pelaksanaan program BP3DT tahun 1996. "Waktu itu, saya ditarik iuran sebesar Rp 25 ribu," ucapnya lagi. 

Ketidak puasan warga tersebut membuat Abdul Azis selaku ketua pelaksana Pamsimas asal desa setempat, angkat bicara. 

"Kenapa ada masyarakat yang kurang puas dengan proyek Pamsimas ini, sehingga sampai melubangi pipa untuk diri sendiri sampai yang di bawah itu tidak bisa mengalir," ungkapnya. 

Azis juga mengatakan, bahwa proyek Pamsimas tersebut sudah sesuai SPJ. "Proyek Pamsimas ini dilaksanakan sudah sesui SPJ," katanya. 

Ketika dikonfirmasi terkait SPJ, Kepala Desa Ngargosari, Mantoro, menyampaikan bahwa dirinya belum pernah melihat bentuk SPJ program Pamsimas tersebut. 

"Saya sampai hari ini belum pernah lihat dan seharusnya ada arsip di desa kalau sudah ada SPJ-nya," ungkap Kades Mantoro. 

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya HUT Bhayangkara ke-73, Jurnalis Kraksaan Beri Surprise ke Kapolres Probolinggo
Berita Selanjutnya Viral Muammad Ja’far Hasibuan Juara Dunia Kalahkan 193 Negara Ingin Bertemu Jokowi

Komentar Anda