Portal Indonesia
Habibie

Bantuan 2.234 Unit RTLH di Purworejo Akan Digelontorkan

berita terkini
Kasi Perumahan Rakyat Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, Ristiyanto.
ramadhan

PORTAL INDONESIA NET.PURWOREJO - Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 2.234 unit di Kabupaten Purworejo, tahun ini akan segera dikucurkan. Demikian disampaikan Ristiyanto, Jumat kamarin di kantornya, Jl Pahlawan No 2, Kliwonan Banyu Urip Purworejo, Jawa Tengah. 

Lebih jauh, Kasi Perumahan Rakyat dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Dinperkimtan) Kabupaten Purworejo itu mengatakan, bantuan yang menyasar ke seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Purworejo ini sedang dalam proses pencairan di BP2KAD (Badan Pendapatan Pembeli Keuangan Aset Daerah).

"Bantuan melalui program bantuan stimulan perlahan swadaya (BSPS) ini, masing-masing 3 unit di 25 kelurahan dan 469 desa dari dana APBD provinsi Jawa Tengah dan 752 unit dari dana APBD Kabupaten Purworejo," ungkap Ristiyanto.

Ristiyanto menjelaskan, khusus untuk bantuan RTLH melalui dana APBD kabupaten Purworejo, yang diberikan sebesar 10 juta rupiah per unitnya.

“Jadi yang khusus kami tangani adalah RTLH dari anggaran kabupaten. Adapun yang dari pusat maupun provinsi langsung diberikan kepada warga,” jelasnya.

Disebutkan, dana bantuan RTLH dari pusat yang diberikan kepada setiap rumah, jumlahnya sebesar Rp17.500.000. "Dana ini untuk membeli bahan material bangunan guna merehab ringan rumah agar kondisinya layak ditempati," katanya. 

Sesuai data, bantuan RTLH dengan menggunakan anggaran APBD kabupaten tahun 2019 ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 960 unit. Namun demikian pemerintah masih akan terus menuntaskan program bedah rumah itu hingga selesai.

“Untuk pengajuannya sendiri dilakukan oleh para tokoh masyarakat melalui pemerintah desa dan diajukan kepada kami. Lalu kami verifikasi dan diajukan untuk mendapat bantuan pada tahun berikutnya,” beber Ristiyanto.

Saat ini, kata Ristiyanto, program tersebut telah digulirkan ke masyarakat dengan tahapan pencairan di BP2KAD. "Pengerjaan rehab rumah yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat ini harus sudah selesai pada Desember 2019 atau sebelum akhir tahun nanti," tandasnya. 

Guna mendukung kelancaran program bedah rumah atau renovasi rumah warga itu, pihak dinas telah membentuk sebuah wadah dengan nama bangkel RTLH. Bengkel yang berlokasi di lingkungan kantor dinas dengan beranggotakan sekitar 6 orang yang memiliki kecakapan khusus di bidang RLTH itu akan membantu masyarakat dalam menangani program RTLH.

Pihaknya berharap, pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan swadaya ini, dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk di wilayah itu dengan memiliki hunian yang layak ditempati.

“Dengan adanya bantuan dari pemerintah ini sangat membantu masyarakat karena dapat memiliki rumah yang layak dihuni dibandingkan sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Trial Game Dirt Seri 3 Resmi Ditutup Kapolres Situbondo
Berita Selanjutnya Tidak Hanya Obral Janji, Ibas Realisasikan Bantuan Karawitan Bagi Seniman Jaranan Thek ISJTP Ponorogo

Komentar Anda