Portal Indonesia
Iklan mubar

Rajiun Center Menduga Motif Kebohongan Publik Pemda Muna Untuk Ciderai Integritas Rajiun

berita terkini
Direktur Rajiun Center, La Ode Sariba
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MUNA BARAT - Polemik absennya Bupati Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), Laode M.Rajiun Tumada pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) Muna yang ke - 60 berbuntut panjang. Bahkan seteru politik antara Bupati Mubar, Rajiun Tumada dan Bupati Muna, Rusman Emba berujung pada 'perang urat syarat' di media massa.

Direktur Rajiun Center, La Ode Sariba mengatakan pemicu duel opini antara kedua bupati tersebut berawal dari absennya Bupati Mubar, Laode M.Rajiun Tumada pada perayaan HUT Muna ke - 60 yang digelar pekan lalu.

Kata Sariba Bupati Mubar, Rajiun Tumada tidak hadir pada HUT Muna tersebut karena tidak memperoleh undangan dari Pemda Muna. Namun anehnya Pemda Muna mengklaim undangan itu disampaikan kepada Pemda Mubar.

"Faktanya undangan itu tidak ada. Jadi kita menilai klaim Pemda Muna yang menyatakan bahwa Rajiun sengaja tidak menghadiri HUT Muna ke - 60 adalah pembohongan publik yang dilakukan oleh Pemda Muna. Kita menduga motif kebohongan publik ini untuk menciderai nama baik pak Rajiun yang saat ini berencana ikut berkompetisi pada Pilkada Muna tahun 2020 nanti," jelas Sariba saat ditemui portalindonesia.net di Pelataran Kantor Bupati Mubar, Selasa (9/7/19).

Ia mengatakan adanya klaim bahwa Rajiun Tumada sengaja tidak datang pada HUT Muna itu untuk membentuk opini publik dengan tujuan menciderai integritas Bupati Mubar, Laode M.Rajiun Tumada.

"Sebab opini publik itu salah satu instrumen bagi masyarakat dalam mengambil keputusan," tandasnya.

Sariba menilai tanggapan Bupati Rusman Emba yang menjawab pernyataan 'Rajiun: Pemda Muna Pembohong' dengan statement 'Rusman: Itu Karakter Pemimpin Emosional' adalah bentuk komentar defensif untuk membenarkan kebohongannya.

"Pernyataan Rusman yang beredar hari ini, sebagaimana yang dilansir media lenterasultra.com pada medio 9 Juli 2019 ialah pernyataan defensif demi membenarkan kebohongannya. Karena pada kenyataannya sampai sekarang Pemda Mubar tidak menerima undangan HUT Muna yang ke - 60 itu," katanya.

Tambah Sariba, pernyataan reaktif yang dilontarkan oleh Bupati Muna itu merupakan bentuk kepanikan Rusman terhadap langkah - langkah politik yang dilakukan Rajiun sejak beberapa waktu lalu.

"Rusman panik dengan melihat antusias masyarakat Muna menyambut Rajiun di Muna. Harusnya Rusman tetap berdiri tegak sebagai seorang pemimpin yang bijak karena antara Muna dan Mubar hanya terpisah secara administrasi dan secara budaya tetap dalam satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Momentum HUT Muna ini sangat erat kaitannya, apalagi Kabupaten Mubar secara historis induknya adalah Kabupaten Muna," tutur Sariba.

Sariba berharap polemik yang ada ini segera diakhiri. Pasalnya, kalau ini terus berlanjut hanya membuat bingung masyarakat.

"Sebaiknya polemik ini diakhiri. Dan alangkah baiknya pak Rusman mempersiapkan diri untuk Pilkada Muna 2020 mendatang," tutupnya.

Untuk diketahui polemik Rajiun tak hadir pada HUT Muna ke - 60 itu telah berlangsung hampir sepekan. Pemda Mubar menyatakan Rajiun tak datang pada HUT Muna tersebut karena tidak mendapat undangan. Sementara Pemda Muna menyebut undangan untuk Bupati Mubar itu sudah diberikan.

Akibat polemik itu Rajiun memberikan bantahan di media dengan menyebut, 'Rajiun: Pemda Muna Pembohong'. Lalu tudingan itu dibalas oleh Bupati Muna, Rusman Emba dengan judul, 'Rusman: Itu Karakter Pemimpin Yang Emosional'

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Bupati Aceh Utara Resmikan Museum Samudera Pasai
Berita Selanjutnya KPU Kota Probolinggo Tetapkan 30 Caleg Terpilih, Didominasi Pendatang Baru

Komentar Anda