Portal Indonesia
Idul adha

Tak Ada Titik Terang, Kasus Pamsimas Desa Ngargosari Dipolisikan

berita terkini
Perwakilan warga Desa Ngargosari menunjukkan bukti surat aduan. 
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO – Setelah tidak menemukan titik terang terkait persoalan proyek pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Psmsmas) di Desa Ngargosari Kecamatan Loano, akhirnya oleh tiga orang yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Desa Ngargosari mengadukan persoalan tersebut ke Polres Purworejo, Sabtu (20/7/2019).

Ketiga orang perwakilan masyarakat Desa Ngargosari tersebut mengadukan mantan Ketua KP-SPAMS, H. Abdul Azis atas dugaan kasus penggelapan dalam proyek Pamsimas tahun 2018 yang dinilai telah mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

“Yang bersangkutan (teradu,red) diduga menggelapkan pipa bantuan Pamsimas. Sudah kami tegur berulangkali namun tidak diindahkan. Malah seakan meremehkan. Untuk itu kami meminta fasilitasi kepolisian supaya masalah ini cepat selesai,” kata juru bicara masyarakat Ngargosari, Amat Barodin, saat berada di halaman Mapolres Purworejo. 

Amat mengatakan, persoalan ini muncul karena sebagian pipa air yang digunakan dalam realisasi program Pamsimas tersebut merupakan pipa dari Bantuan Program Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (BP3DT) tahun 1996. Sementara pipa Pamsimas disimpan oleh teradu untuk kepentingan pribadi.

Amat menyebutkan, bantuan pembangunan pamsimas sendiri mencapai anggaran lebih dari Rp 170 Juta. Bantuan itu direncanakan dapat memberikan fasilitas pengairan rumah tangga masyarakat. Karena dikerjakan tidak benar, hasil pembangunan saat ini mangkrak.

Kondisi tersebut membuat warga setempat merasa tidak puas dengan hasil realisasi program Pamsimas 2018. Kekesalan masyarakat juga diungkapkan dengan cara melubangi pipa lama (BP3DT) yang digunakan dalam program Pamsimas.

“Masalah ini sudah lama diperdebatkan di masyarakat. Kami (masyarakat,red) yang dirugikan, juga tidak ingin ada keributan di lapangan, untuk itu kami minta bantuan pihak berwajib, adili pelaku yang nilep bantuan ini, kasihan masyarakat jadi sulit mendapat air,” katanya.

Kata Amat, meski permasalahan ini baru memasuki tahap aduan, namun dirinya dan masyarakat telah sepakat akan melanjutkan perkara ini sampai ke meja hijau. "Selain memperoleh kepastian hukum, masyarakat juga ingin memberikan pelajaran kepada pemegang kebijakan supaya tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat," tandasnya. 

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan penggelapan yang diadukan masyarakat setempat, mantan Ketua Pelaksana Pamsimas yang juga menjadi pihak teradu, membantah dengan sejumlah alasan. 

"Saya dalam pelaksanaan proyek Pamsimas ini cuman mengerjakan, yang tau persis soal keuangan bendahara dan mantan kepala desa Ngargosari," beber H. Abdul Azis, saat ditemui Portalindonesia net, Minggu (21/7).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan mengaku tengah menunggu disposisi aduan yang disampaikan pengadu melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pekan lalu. “Nanti setelah disposisi akan kami pelajari dan tindaklanjuti,” tegasnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Seru..! Ajang Trabas Motor Trail di Desa Tridadi Loano
Berita Selanjutnya Viral Muammad Ja’far Hasibuan Juara Dunia Kalahkan 193 Negara Ingin Bertemu Jokowi

Komentar Anda