Portal Indonesia
Idul adha

Wawali Probolinggo Kampanyekan Besek Untuk Wadah Daging Kurban

berita terkini
Warga memasukan daging kurban ke dalam besek
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Idul Adha tahun 1440 Hijriah atau 2019, seolah menjadi momentum gerakan pengurangan limbah plastik secara serentak di Indonesia. Di Jawa Timur misalnya, selain Gubernur Khofifah, sejumlah kepala daerah juga gencar menghimbau dan meninggalkan kantong plastik untuk wadah daging kurban.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan, penggunaan plastik untuk wadah daging kurban akan diganti dengan besek. Selain ramah lingkungan, menurut dia, penggunaan besek juga mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan. Besek adalah kerajinan tangan berbentuk wadah dari anyaman bambu.

Orang nomor satu di Jatim itu berharap penggunaan wadah besek juga mendongkrak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Timur, agar lebih meningkatkan jumlah produksi besek. "Saya berharap, dimulainya penggunaan besek dalam membagikan daging kurban di masing-masing masjid mulai tahun ini, maka akan membangkitkan pengrajin serta UKM produsen besek," terangnya usai menyerahkan satu ekor sapi kurban milik Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan juga dua ekor sapi kurban miliknya ke badan pengelola Masjid Nasional Al Akbar, usai salat Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8/2019) pagi. 

Sementara itu, kampanye yang sama juga dilakukan sejumlah pejabat di Probolinggo. Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri, memastikan, penggunaan kantong plastik untuk wadah daging kurban tahun ini berkurang hingga 75 persen. Semua panitia penyembelihan hewan kurban baik di masjid-masjid hingga perorangan, akan berusaha menggantinya dengan wadah besek.

“Limbah plastik memang jadi masalah memberatkan diberbagai daerah. Saya sudah mengimbau warga Kota Probolinggo, agar menggunakan wadah besek untuk daging kurban. Tahun ini, saya menggunakan besek dan daun pisang. Memang masyarakat belum terbiasa, tetapi apa yang jadi kewajiban kita upayakan,” jelas Subri.

Pemerintah daerah sendiri, terang Subri, memiliki rujukan tentang pengurangan limbah plastik melalui Perwali No 79 tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Penggunaan besek sebagai pengganti plastik sekali pakai, lanjut dia, akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya. Ini merupakan langkah untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

Pantauan di lapangan, politisi Partai Demokrat ini menggunakan besek dan daun pisang untuk wadah daging kurban. Dia menyembelih sapi di rumah almarhum orang tuanya, di Jalan Bisri Samsuri, di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sebelum dibagikan, irisan daging sapi berbobot hampir 850 kilogram itu dikemas dalam besek yang dilapisi daun pisang.

Subri bersama istri Diah Kristanti Subri, putrinya Sayidah Subri, dan sanak saudara berikut karyawan konstruksinya, terlibat langsung selama proses pengemasan. "Wadah besek dan daun pisang ini mudah terurai. Selain beribadah kita juga turut menjaga lingkungan," tutup dia.

Reporter : Saifullah
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Mengintip Aktivitas Santri Ponpes Al-Muttaqim Pangenrejo Usai Shalat Idul Adha
Berita Selanjutnya Kerusuhan Dibeberapa Daerah, Sekretaris MUI Probolinggo: Jangan Terprovokasi 

Komentar Anda