Portal Indonesia
Idul adha

Warga Jetak Ponorogo Gunakan Encek Pohon Pisang Saat Bagi Daging Kurban

berita terkini
Masyarakat di Lingkungan Jetak, Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo gunakan Encek dalam pembagian daging kurban.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PONOROGO - Ada yang berbeda dalam proses pembagian hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1440 H di Kabupaten Ponorogo pasca terbitnya Surat Edaran Bupati Ponorogo tertanggal 29 Juli 2019 yang ditandatangani oleh Bupati Ipong Muchlissoni terkait larangan penggunaan tas kresek atau kantong plastik dalam pembagian daging kurban.

Langkah itu langsung ditindaklanjuti oleh masyarakat di Lingkungan Jetak, Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Jatim serta pengurus takmir Musholla Al Mubtadi'in. "Kami langsung mengikuti surat edaran Bupati Ponorogo terkait larangan penggunaan tas kresek atau kantong plastik dalam pembagian daging kurban tahun ini," ungkap Bandi Abu Mushlih salah satu tokoh masyarakat setempat disela-sela pembagian daging kurban, Minggu (11/8/2019).

Masih menurut dia, masyarakat bersama takmir Musholla Al Mubtadi'in berusaha untuk melaksanakan himbauan tersebut. "Maka jama'ah Musholla Al Mubtadi'in membuat Encek, yaitu tempat atau wadah yang terbuat dari kupasan pohon pisang," terangnya.

Pihaknya sengaja tidak menggunakan besek seperti himbuan Bupati Ponorogo tetapi memilih membuat Encek. "Karena Encek sangat efisien dan tidak mengeluarkan biaya, bebas kuman dan ini hanya butuh tenaga membuatnya saja," katanya.

Lebih lanjut dia memaparkan semua jama'ah Musholla Al Mubtadi'in serentak bergotong royong ada yang membuat Encek, dan ada yang memotong daging serta kegiatan lainnya. "Alhamdulillah kerja sama jama'ah Musholla Al Mubtadi'in dan masyarakat sudah terselesaikan dengan baik," imbuhnya.

Sedangkan tatacara pembagian daging kurban di Musholla Al Mubtadi'in pun mungkin berbeda dengan tempat lainnya. "Di musholla kami cara membagi daging kurban beda dengan yang lainnya. Sebelumnya kita mendata setiap kepala keluarga di lingkungan kami dan terhitung ada 75 KK," paparnya. 

Selanjutnya dia menyampaikan bahwa tulang atau balungan serta  jerohan dibagi sesuai jumlah kepala keluarga. "Daging kita bagi sesuai jumlah anggota keluarga. Contoh apabila keluarga tersebut ada lima orang maka mereka akan mendapatkan bagian daging kelipatan lima dan seterusnya," tandasnya. 

Untuk tahun ini di pembagian daging kurban di Musholla Al Mubtadi'in setiap orang mendapatkan jatah 39 ons untuk daging sapi dan sekitar 2 ons untuk daging kambin. "Maka setiap KK atau kepala keluarga mendapatkan kelipatan tersebut sesuai anggota keluarganya," jelasnya. 

Dan yang ditimbang hanya dagingnya saja. "Kami semua panitia kurban telah mempelajari beberapa tahun yang lalu ketika anggota keluarga satu orang dengan yang tujuh orang akan mendapatkan bagian yang sama, sementara apabila kita bandingkan yang anggotanya satu orang ber hari-hari tidak habis akan tetapi yang anggota keluarganya tujuh dalam sehari atau sekali makan sudah habis maka kami panitia menyikapi hal ini membuat kesepakatan dalam musyawarah panitia dengan menghitung jiwa keluarga," bebernya. 

Cara pembagian tersebut menurutnya cukup diterima warga.  "Alhamdulillah dengan pembagian yang demikian itu jamaah dan masyarakat mengacungkan jempol artinya puas," tukasnya.

Reporter : Muh Nurcholis
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Setahun, Bisnis Prostitusi Online di Probolinggo Dibongkar
Berita Selanjutnya Kerusuhan Dibeberapa Daerah, Sekretaris MUI Probolinggo: Jangan Terprovokasi 

Komentar Anda