Portal Indonesia
Idul adha

Pasca 14 Tahun MoU Helsingki, Azhari: Aceh Harus Perbaiki Kualitas Pendidikan

berita terkini
Tokoh masyarakat & DPRK terpilih pada Pemilu 2019, Azhari T Ahmadi (baju biru yang memegang microfon)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, LHOKSEUMAWE - Tepat tanggal 15 Agustus empat belas tahun yang lalu di Kota Helsinki Finlandia terjadi peristiwa penting dalam kehidupan orang Aceh. Pada saat itu terjadi penandatanganan MoU (Moratorium of Understanding) antara pihak Aceh Merdeka (AM) dengan pemerintahan Indonesia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, selama lebih 30 tahun di Aceh terjadi konflik, dimana masyarakat Aceh terutama di daerah kantong-kantong konflik, hidupnya seakan tidak menentu.

Tak jarang dengan tanpa diduga-duga, terdengar suara rentetan tembakan hingga membuat mereka harus berlarian untuk menyelamatkan diri. Sehingga kondisi saat itu membuat mereka merasakan serba salah karena terjepit diantara dua kubu yang sangat berseberangan.

Oleh karena itu, ketika peristiwa penandatangan MoU yang dimotori oleh sebuah organisasi dibawah pimpinan Martti Ahtisaari Crisis Management Initiative (CMI) disambut gembira oleh seluruh masyarakat Aceh. Meski saat itu banyak yang menanggapi dingin karena sebelumnya, yakni sekitar tahun 2001 - 2004 pernah diadakan perundingan serupa, tapi pada saat itu gagal total. Bahkan konflik bersenjata semakin tajam antara GAM dan Pemerintahan RI.

Tanpa terasa, saat ini tanggal 15 Agustus 2019 dan peristiwa penting itu sudah berlalu selama 14 tahun.

Setelah itu, ada beberapa hal penting yang perlu dicermati berkaitan dengan 14 tahun telah berlangsungnya perdamaian di Aceh yaitu masalah keamanan, ekonomi, sosial politik dan pendidikan.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus anggota dewan terpilih pada pemilu yang lalu, Azhari T Ahmadi menyampaikan melalui pesan tertulisnya, bahwa yang paling penting adalah pendidikan dikarenakan itulah landasan utama dalam membangun sebuah perubahan yang signifikan dan pendidikan merupakan masalah yang sangat krusial dalam membentuk generasi-generasi tangguh Aceh di masa yang akan datang.

"Membicarakan pendidikan berarti membicarakan kualitas. Secara kualitas pendidikan di Aceh selama ini juga sangat tidak mengembirakan. Masih di bawah rata-rata provinsi lain. Namun, dana yang diplotkan untuk pendidikan Aceh juga begitu wah. Tahun 2014 saja dana pendidikan di Aceh untuk meningkatkan mutu mencapai 300 miliar. Tetapi hasil yang diperoleh tidak maksimal. Dilihat dari segi kelulusan UN Aceh masih berada pada tingkatan bawah  Lalu kemana uang sebanyak itu" ungkap Azhari T Ahmadi saat diwawancarai, Kamis (15/8/2019). 

Azhari menganggap dari segi kesadaran jiwa-jiwa muda dan masyarakat pada umumnya dalam hal produktif masih kurang. Padahal lahan dan sebagainya banyak yang kosong serta waktu luang yang bisa dimanfaatkan.

"Saat ini kita banyak menjumpai warung kopi yang selalu dipenuhi oleh generasi muda dan masyarakat biasa dari pagi hingga malam. Ini merupakan sebuah titik penilaian dari karakter generasi mendatang. Saya rasa untuk sekedar berbicara saja tidak cukup untuk menyadarkan generasi dan masyarakat, tapi juga diperlukan aksi nyata agar terinspirasi. Masa depan Aceh, adalah diskursus penting dalam menentukan arah peradaban Aceh kedepan" ulasnya lebih lanjut

"Berbicara masa depan Aceh, maka disini perlu kiranya kembali kita kutip paragraph akhir Proklamasi Kemerdekaan yang disusun Hasan Tiro untuk memperjelas bagaimana narasi Aceh kosmopolit yang di bangunnya. Alasan kita adalah keadilan! Tanah air kita diberkati Allah SWT dengan rahmat dan karunia. Kita tidak mendambakan wilayah orang asing. Kita berhasrat menjadi penyumbang berharga bagi kesejahteraan manusia diseluruh dunia. Kita mendambakan tangan-tangan persahabatan dari seluruh komunitas bangsa-bangsa. Kita mengulurkan tangan persahabatan kepada semua manusia dan semua pemerintahan dari empat penjuru dunia (Proklamasi kemerdekaan Aceh - Sumatera). Alenia ini adalah cita-cita, spirit dan fondasi Aceh masa depan, yang harus mampu diwujudkan dalam damai Aceh hari ini," tutup Azhari.

Reporter : Manzahari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya APKOM Akan Suguhkan Atraksi Tari Saat Pelantikan Dewan di Kota Malang
Berita Selanjutnya Kerusuhan Dibeberapa Daerah, Sekretaris MUI Probolinggo: Jangan Terprovokasi 

Komentar Anda