Portal Indonesia
Habibie

Selama Agustus, Angka Perceraian di Probolinggo Capai 333 Perkara

berita terkini
Tampak dari luar, Pengadilan Agama Kraksaan Kabupaten Probolinggo
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Angka percerian semakin bertambah, dimana pada 6 bulan sebelumnya tercatat angka perceraian mencapai 288 perkara, dan merupakan angka tertinggi. Namun pada bulan Agustus ini, angka perceraian tersebut bertambah menjadi 333 perkara dan sudah diputus oleh Pengadilan Agama Kraksaan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Informasi didapat portalindonesia, Rabu (4/9/2019), dasar yang paling banyak menyebabkan angka perceraian ialah salah satunya faktor ekonomi, dari rata-rata semua perkara, baik yang cerai gugat (CG), maupun yang cerai talak (CT).

Masyhudi selaku Panitera Muda Hukum di Pengadilan Agama setempat mengatakan, bahwa untuk di bulan Agustus 2019, pihaknya sudah memutus perkara sebanyak 333 kasus perceraian.

"Enam bulan sebelum bulan Agustus, tercatat untuk yang cerai talak (CT) ada 115 dan untuk yang cerai gugat (CG) sebanyak 218. Dan di bulan Agustus ini, kasus perceraian memang sudah lebih 300, dan ini merupakan yang pertama kali di tahun ini, ucap Masyhudi, Kamis (5/9/2019).

Masyhudi juga mengatakan, untuk kasus perceraian talak masih berada dibawah kasus perceraian gugat, disebabkan faktor ekonomi. Sehingga seorang istri mengajukan cerai gugat ke pengadilan setempat.

Masih kata Masyudi, meskipun kasus perceraian ini tinggi, namun yang lebih dominan dan mayoritas ialah kasus perceraian gugat.

"Selain faktor ekonomi, perceraian juga sering kali disebabkan oleh perkawinan di usia dini, serta percekcokan antara kedua belah pihak yang bersangkutan membuat hubungannya menjadi retak. Sehingga jika mendapatkan masalah sedikit langsung mengugat cerai dan usia perkawinan masih muda tidak sampai 5 tahun. Intinya bukan hanya faktor ekonomi saja," beber Masyhudi.

Menurut Masyudi, kondisi maraknya kasus perceraian tersebut sangat memprihatikan. 

"Kami menyayangkan maraknya kasus percerain yang terjadi. Kami tidak bisa menolak setiap kali ada perkara yang masuk, dan sebisa mungkin kami yang ada di sini mendamaikan kedua belah pihak yang bersangkutan dengan cara mediasi," tutupnya.

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Dinlutkan Kebumen Kembangkan Kawasan Industri Berbasis Perikanan
Berita Selanjutnya 4 Kali Lakukan Pencurian di Masjid, Remaja di Bawah Umur Diamankan Polisi 

Komentar Anda