Portal Indonesia
Habibie

SOLID NKRI. Papua Adalah Kita Juga

berita terkini
Suasana aksi soal Papua di depan Balaikota Malang
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MALANG RAYA - Keluarga Besar Melanesia bersama SOLID NKRI (Solidaritas Indonesia Untuk NKRI) telah mengadakan aksi damai pada hari, Rabu 4 September 2019 pukul 09.00 - 12.00 WIB. Aksi yang digelar di depan Balaikota Malang ini, diikuti massa sekitar 50 orang yang memiliki layar belakang multi agama, etnis dan kepulauan. 

"Lawan rasisme, NKRI Harga Mati. Papua Saudara Kita, Kami merindukan Indonesia Damai", demikian bunyi brosur yang disebarkan oleh massa aksi pada pengguna jalan, pejabat Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang serta barisan Polresta Malang dan Kodim Kota Malang yang ikut mengamankan jalannya Aksi Damai tersebut.

Aksi tersebut sangat dominatif dengan berbagai kecaman dan kritik tajam terkait dugaan kuat keterlibatan institusi dalam dan luar negeri tertentu terhadap "kerusuhan" di Bumi Papua akhir akhir ini. "Kita harus waspada bahwa telah terjadi distribusi pemberitaan negatif dan tidak adil oleh oknum LSM/NGO Asing dan LBH Asing baik bercokol di dalam negeri maupun di luar negeri yang terus berpartisipasi untuk terlibat memberikan pemberitaan yang menghancurkan persatuan dan kesatuan nasional seperti dominasi terhadap isue rasialisme dan eksploitasi tanpa kompensasi terhadap sumberdaya manusia lokal.", demikian orasi Gus Haris sapaan dari Haris Budi Kuncahyo sebagai Korlap dan Ketua SOLID NKRI saat itu.

Kota Malang yang menjadi Kota Pendidikan Internasional memiliki andil besar ikut memberikan dampak opini publik baik dalam maupun luar negeri. Saat dihubungi portalindonesia.net, Jumat (06/09) Haris berucap "Saya ikut heran, di tahun 2018 ketika saya menjadi Pemateri dari SOLID NKRI dengan kawan kawan dari AMP, LSM yang kemungkinan ada kedekatan dengan Jaringan NGO Asing, saat itu diadakan oleh salah satu PTN di Malang yang dengan tegas menyatakan bahwa Penetapan Kedaulatan NKRI di PBB adalah tidak Syah secara hukum dan hanya dengan Referendum melalui Jajak Pendapat, Bumi Papua akan bisa merdeka dan menikmati kemerdekaan", 

Ditambahkan Haris. Konon komunitas tersebut ada kedekatan dengan NGO Pro HAM dan anti korupsi yang saat ini lagi digandrungi oleh penggiat aktifis sosial di Kota Malang.

"beradaan NGO dan Penggiat yang besar, yaitu sebagai upaya untuk menjaga estafet jalannya organisasi nir laba dengan bertukar kepentingan yang bersifat bargain positioning melalui penukaran data data topografi sosial politik dan ketegangan dalam negeri dengan founder founder sistemik melalui pilot project dan inkubasi fasilitasi melalui program program riset, pemberdayaan HAM dan edukasi Hukum serta validasi potensi lokal untuk hal hal yang berbau disentegrasi kebangsaan", papar Gus Haris yang sedang menyelesaikan riset dan karya tulis menyangkut "Perenialisme Politik Lokal di Indonesia."

" Yang jelas, Papua adalah kita juga. Karena bagian dari wilayah Republik Indonesia " sambungnya

Sehingga  analisis politik Gus Haris, kehadiran aktifitas LSM/NGO dan LBH yang berkolaborasi dengan Asing akan berpuhak kepada potensi untuk memperkuat terciptanya "sumber petaka" bagi upaya mendamaikan dan menjaga stabilisasi Ketahanan Nasional di Bumi Papua. 

"Peran kita sebagai warga Indonesia adalah harus tegas menyatakan sikap, bahwa Bumi Papua memiliki potensi SDM dan SDA yang amat dahsyat, perlunya membangun terus semangat keadilan sosial dan mendukung terwujudnya pelaksanaan bagi hasil PT Freeport 51% untuk NKRI sebagaimana telah digagas oleh Rezim Jokowi dan hal ini merupakan langkah mercusuar yang sangat menguntungkan Rakyat Papua dan Indonesia di masa mendatang guna terwujudnya Indonesia Unggul dan Berkemajuan.", penjelasan Gus Haris saat mengakhiri Aksi Damai nya dengan pembacaan Pancasila secara serentak lalu ditutup dengan Doa secara mengheningkan cipta dan yel tel, "Papua Saudara Kita. Bumi Arema milik semua. Indonesia Damai, Harga Mati".

Reporter : Galih
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya MA Bustanul Faizin Terus Berbenah Tingkatkan Mutu Pendidikan
Berita Selanjutnya Kasus Anggota DPRD Probolinggo Bergulir, Material Ijazah Abdul Kadir Diduga Asli

Komentar Anda