Portal Indonesia
Habibie

Gelar Nadran, MWC NU Kandanghaur Bangun Kebersamaan dengan Nelayan

berita terkini
Prosesi kirim tumpeng ke laut
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, INDRAMAYU - Dakwah amaliyah ahli sunah waljamaah annahdiyah yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, sudah sangat terasa berguna bagi para para nelayan yang ada di tanah air Indonesia, seperti dakwah yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan Ansor, Banser Kecamatan Kandanghaur dalam membina Kebhinekaan adat budaya bagi nelayan di daerah pesisir pantura untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta toleransi dilingkungan masyarakat Nahdiyin dan nelayan. 

Hal ini terwujud setiap kali acara syukuran atau sedekah laut yang biasa disebut sebagai upacara Nadran nelayan. Para pengurus MWC NU, GP. Ansor serta Banser senantiasa hadir untuk memberikan dukungan penuh dalam kegiatan tersebut. 

Ketua MWC NU Kandanghaur melalui sekretaris, Waryani pada saat Nadran nelayan Desa Ilir, menjelaskan bahwa dakwah NU harus dirasakan orang banyak. Pada acara larung nadran nelayan Desa Ilir, NU selalu hadir menyertainya dengan harapan dakwah dapat dirasakan dan diketahui oleh para nelayan diseluruh Indonesia. 

"NU adalah ormas yang menjaga penuh tradisi nelayan, dan acara sedekah laut atau yang biasa disebut nadran adalah prosesi yang senantiasa kita jaga, serta kita juga selalu menyertakan bendera NU diatas perahu larung nadran yang akan dibuang ke tengah samudra, sebagai simbol agar makhluk di dasar samudra sana suatu saat dapat bersaksi bahwa dakwah NU terasa hingga dasar samudra", jelas Waryani, Sabtu (21/9/2019).

(Foto bersama Pengurus NU dengan nelayan setempat)

Komandan Satuan Koordinator Rayon (Dan Satkoryon) Banser Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Rofi saat dihubungi awak media mengatakan bahwa peran NU bersama para nelayan Desa Ilir akhir-akhir ini sangat terasa positif. 

"Saya atas nama Dansatkoryon Kecamatan Kandanghaur merasa bersyukur karena para masyarakat nelayan Desa Ilir sangat terbuka terhadap kami, sehingga kami mendukung penuh panitia, dan senantiasa bersama menguatkan keamanan serta hadir juga untuk mengadvokasi apabila ada orang yang dengan sengaja menyerang serta membid'ahkan adat dan budaya nelayan, maka dari itu garda terdepannya adalah kami dari para Banser untuk menghalau mereka dan para pengacau kerukunan antar umat beragama", jelas Rofi. 

Saat dikonfirmasi pada kegiatan sedekah laut Nadran, ketua nelayan Parean Bangkit yang didaulat sebagai wadah gerakan buruh nelayan, melalui bagian divisi Kemaritiman, Ramadi menuturkan selama ini NU dan nelayan telah menyatu, para pengurusnya selalu hadir dalam berbagai kegiatan nelayan. 

"NU itu ibarat tulang, maka tidak akan ada tubuh yang kuat berdiri kecuali memiliki tulang yang kuat, untuk itu tidak ada acara adat budaya yang memiliki kekuatan penuh, kecuali didukung oleh Nahdlatul Ulama. Dan insya Allah para pengurus NU di lingkungan kami sangat bersahabat dan selalu mampu bersinergi", tutur Ramadi.

Berdasarkan penelusuran portalindonesia.net, saat ini keberadaan NU di Kabupaten Indramayu semakin berkembang pesat, dan mulai terlihat banyak mengisi berbagai macam kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat di Kabupaten Indramayu. Sehingga saat ini NU di Indramayu semakin dihargai dan memiliki nama besar yang cukup dibanggakan.

Reporter : A. Roso
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Begini Aksi World Cleanup Day 2019 di Salah Satu Titik di Kabupaten Situbondo
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda