Portal Indonesia
Habibie

Rakor Penguatan Kelembagaan Tinangkis di Purworejo Diikuti 250 Peserta

berita terkini
Ketika pelaksanaan penguatan penanggulangan kemiskinan di Gedung Sarwo Edi Wibowo Purworejo.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Inti dari penanggulangan kemiskinan yakni membuka akses dalam segala hal pada orang miskin untuk hidup sejahtera dan memutus rantai kemiskinan. Hal ini berarti perlu menetapkan kemiskinan menjadi musuh bersama sebagai fokus bersama untuk dihancurkan sampai keakar-akarnya. 

Demikian Wakil Bupati Yuli Hastuti SH menyampaikan dihadapan peserta kegiatan Rakor Penguatan Kelembagaan Tim Penanggulangan Kemiskinan (Tinangkis) Desa/Kelurahan, di Gedung Sarwo Edi Wibowo Purworejo Kamis (19/9).

Pada Rakor yang berlangsung Kamis (19/9) dan dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Agus Ari Setyadi SSos, Plt Kepala Bappeda Ir Bambang Jati Asmara MT MA, dan dinas instansi terkait tersebut, Yuli Hastuti juga mengatakan fokus bersama dapat dilakukan secara optimal terutama dengan adanya komitmen bersama antar pemangku kepentingan, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) sampai tingkat desa yakni tingkat TKPDes/Kel.

“Kata kunci keberhasilan penanggulangan kemiskinan adalah komitmen dan konsistensi terhadap perencanaan pembangunan (action plan) penanggulangan kemiskinan yang telah dibuat. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempertahankan komitmen dan konsistensi antar OPD sehingga ego sektoral akan diminimalisir,” kata Yuli Hastuti. 

Kondisi yang terjadi lanjut Yuli Hastuti, angka kemiskinan yang masih tinggi karena berbagai penyebab. Utamanya diindikasikan pada kurang tepatnya sasaran program kegiatan penanggulangan kemiskinan dan belum terintegrasinya berbagai stakeholder dalam penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu, koordinasi dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan untuk meningkatkan kelembagaan dan menjamin keterpaduan arah sehingga hasilnya lebih optimal.

Yuli Hastuti menegaskan, trend persentase tingkat kemiskinan di Kabupaten Purworejo sejak 1996 terus menurun searah dengan pergerakan persentase penduduk miskin Jawa Tengah. Persentase penduduk miskin Purworejo pada tahun 2018 sebesar 11,67 persen, turun dibanding tahun 2017 sebesar 13,81 persen. Namun pada tahun 2018 tingkat kemiskinan di Purworejo masih berada di atas rata-rata tingkat kemiskinan Jawa Tengah dan Nasional yaitu sebesar 11,19 dan 9,82 persen.

Sementara itu, panitia penyelenggara Drs Fajar Dhewanto MM yang juga Kabid Pemsosbud dalam laporannya, bahwa Rakor ini diikuti 250 peserta dari Camat Kutoarjo se eks Kawedanan Kutoarjo dan Loano, Camat Bruno, Pituruh beserta Tinagkis desa kelurahan.

Rakor ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasi kinerja tim penanggulangan kemiskinan desa kelurahan se Kabupaten Purworejo. Tujuannya menanggulangi kemiskinan secara terpadu dengan strategi dan program yang terkoordinasi diselenggarakan melalui sinkronisasi, harmonisasi dan integrasi penanggulangan kemiskinan lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan.

Reporter : Fauzi/Makmun
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Gerakan Pungut Sampah di Purworejo Dipusatkan di Kutarjo
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda