Portal Indonesia
Habibie

Dinilai Lalai, Tiga Kali Hiu Tutul Masuk ke Kanal PLTU Paiton

berita terkini
Pemerhati lingkungan, Anton Marsono. 
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Pemerhati lingkungan, Anton Marsono asal Probolinggo, menyayangkan peristiwa terjebaknya Hiu Tutul di kanal PLTU yang merupakan objek vital Nasional di Desa Binor Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 

Anton Marsono mengatakan, peristiwa mamalia laut yang dilindungi dan masuk ke kanal PLTU Paiton itu terjadi bukan untuk yang pertama kalinya. "Padahal di kanal utama ada jaring untuk menangkal ikan serta kayu," kata Anton. 

Hal tersebut membuat Anton juga mempertanyakan apakah jaring yang berlubang itu akibat diterobos ikan hiu atau memang sudah berlubang. 

"Saya pikir ini adalah suatu bentuk kelalian dari pihak PLTU Paiton, bahwasannya memang sering kali ada ikan yang mendekati dermaga dan ke kanal tersebut, dan ini bukan hanya satu kali terjadi, tapi ini sudah ke tiga kalinya. Namun kenyataanya tidak ada antisipasi dari kejadian sebelumnya", papar Anton.

Anton berharap pihak PLTU Paiton tidak hanya memperbaiki penangkal di kanal saja, tapi juga menjaga agar kayu dan ikan yang menjadi primadona tidak masuk ke kanal lagi. "Karena ketika sudah masuk ke kanal, ikan tersebut sulit untuk keluar", tutupnya. 

Seperti diketahui, pada tanggal 12 September 2019, Hiu Tutul itu terjebak di kanal PLTU Paiton. Hiu tersebut terjebak  kurang lebih dari 7 hari dan pada hari ke 8 (tanggal 19 September 2019) sekitar pukul 14.00 WIB, mamalia laut yang dilindungi tersebut dapat dievakuasi oleh tim gabungan yang dipimpin oleh ketua 1 yakni Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Infantri Imam Wibowo.

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Rakor Penguatan Kelembagaan Tinangkis di Purworejo Diikuti 250 Peserta
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda