Portal Indonesia
Habibie

Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Kuasa Hukum Abdul Kadir Akan Seret Pihak yang Terlibat

berita terkini
Kuasa Hukum Abdul Kadir, Hosnan Taufiq, S.Sos., S.H.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Kasus perkara dugaan ijazah palsu yang diduga dilakukan oleh Abdul Kadir saat mencalonkan diri menjadi Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo terus berlanjut. Kasus yang menimpa anggota Dewan dari Gerindra tersebut, saat ini pada tahap penyidikan pihak Kepolisian.  

Salah satu dari tim kuasa hukum Abdul Kadir, Hosnan Taufiq, S.Sos., S.H, menyampaikan bahwa, sementara ini dari keterangan pihak Kepolisian masih mengumpulkan bukti - bukti dari para saksi yang ada kerena kasus ini diduga menyeret banyak pihak yang terlibat. 

"Saya memaklumi cara kerja polisi yang prefisioanal untuk menggali bukti - bukti yang memang banyak, baik oknum - oknum yang terlibat, ada tanda tangan kepala dinas dan juga ada tanda tangan kepala dinas yang berikutnya. Karena tanda tangan yang dilegalisir dan ijazah tidak sama itu harus diusut tuntas," ungkap kuasa hukum Abdul Kadir, Hosnan, saat di Kraksaan Probolinggo, Sabtu (21/92019). 
 
Jika nantinya pihak terkait memungkiri dengan setempel dinas pendidikan yang digunakan, lanjut Hosnan Taufik, berarti setempel tersebut juga dipalsukan oleh pihak-pihak tertentu.

"Setelah ada laporan yang valid masalah stempel yang digunakan itu, secara prefesional pihak Kepolisian yang dapat menggali itu semua. Selain itu, dinas pendidikan yang tahu terkait keaslian kertas ijazah dan setempel tersebut," imbuhnya. 

Sebagai kuasa hukum Abdul Kadir, Hosnan masih meyakini bahwa ijazah yang digunakan kliennya adalah asli. 

"Dari data yang ada, sebagai kuasa hukum dari klien kami, saya masih menyakini bahwa ijzah yang digunakan itu asli saat mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo," tandas Hosnan.

Hosnan juga mengatakan berdasarkan informasi dan data yang digalinya, masih banyak anggota dewan yang menggunakan paket C baik yang purna maupun yang baru jadi. "Pada dasarnya tidak ada yang dapat menjamin keaslian ijazah paket  C tersebut, kecuali pengadilan nanti," katanya.

Disinggung terkait jumlah ijazah paket C yang juga digunakan anggota Dewan terpilih lainnya, Hosnan mengaku sudah mengantongi data dua ijazah. "Untuk menvalidkan kedua ijazah itu, maka saya akan minta kroscek ke KPU Kabupaten Probolinggo, apakah benar ijzah tersebut yang digunakan untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan pada pemilihan umum tanggal 17 April 2019," tutupnya.

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Dinilai Lalai, Tiga Kali Hiu Tutul Masuk ke Kanal PLTU Paiton
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda