Portal Indonesia
Habibie

Beberapa Kali Hiu Tutul Terjebak di Kanal PLTU Paiton, Ini Langkah PJB UP

berita terkini
GM PJB UP Paiton, Mustofa Abdillah.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLONGGO - Setelah peristiwa whale shark atau hiu paus (Hiu Tutul) terjebak di kanal air pendingin (water intake) pada tanggal 12 - 19 September 2019 dan pihak PLTU Paiton diharap untuk memperbaiki jaring di kanal utama tersebut, langsung direspon Mustofa Abdillah selaku Genaral Menager (GM) PJB UP Paiton Probolinggo, Jawa Timur. 

Dalam jumpa pers yang dihadiri oleh beberapa istansi terkait pada tanggal 19 September 2019, Mustofa Abdillah mengatakan akan membuatkan jaring permanen di kanal utama PLTU Paiton dan dalam waktu dekat pihaknya akan memperbaikinya supaya kejadian itu tidak terulang kembali. 

"Di kanal utama kedalamannya kurang lebih dari 5 m, memang jaring yang ada di kanal tersebut tidak sampai dasar laut, namun pada kejadian tahun 2015 kami sudah membenahi dan memperbaiki jaring tersebut. Dan sepengetahuan kami, Hiu tutul itu senangnya di permukaan laut. Namun entah kenapa hiu itu masuk ke kanal utama. Memang benar jaring yang ada di kanal utama itu tidak sampai ke dasar laut, tapi kami akan membuatnya secara permanen," beber Mustofa Abdillah.  

Disinggung terkait mamalia laut yang dilindungi hingga beberapa kali masuk dan terjebak di kanal apakah sebagai suatu kelalaian pihak PLTU Paiton, Mustofa Abdillah membantahnya. 

"Jika kami di anggap lalain sebernarya  itu tidak benar, karena  kami sudah membenahi dan memperbaiki  jaring tersebut," ucapnya.

Mustofa Abdillah juga menyampaikan, bahwa dari beberapa pertimbangan, jaring yang akan dibuat permanen tersebut tidak harus rapat. "Karena ini dapat berpengaruh pada pompa pendingin. Jika terlalu rapat maka dampaknya luar biasa, sebagaimana kita ketahui listrik ini merupakan kebutuhan untuk masyarakat," tutupnya. 

Seperti diketahui, pada tanggal 19 September 2019, usaha Tim Gabungan Penyelamatan untuk membebaskan seekor Hiu Tutul yang terjebak di kanal PLTU Paiton, membuahkan hasil. Hiu sepanjang sekitar 4 meter itu bisa dievakuasi dalam keadaan hidup setelah masuk saluran berkedalaman kurang lebih dari 5 meter.

Proses evakuasi yang dilakukan Tim Gabungan Penyelamatan dengan cara menangkap badan hiu menggunakan jaring. Setelah itu, hiu ditarik dengan sea reader KSOP Mayangan dan alutsista Lanal Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada II. Hiu lantas dilepaskan ke laut.

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Kuasa Hukum Abdul Kadir Akan Seret Pihak yang Terlibat
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda