Portal Indonesia
Habibie

4 Kali Lakukan Pencurian di Masjid, Remaja di Bawah Umur Diamankan Polisi 

berita terkini
Kasatreskrim Polres Probollinggo, AKP Rizki Santoso saat di ruangannya.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Meski usianya masih di bawah umur, R (15), selama 4 hari berturut-turut didapati telah melakukan aksi 4 kali pencurian di Masjid Baiturrohman Karanggeger, Desa Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Pada tanggal 17 September 2019, pelaku berhasil mencuri tas warna hitam yang berisi baju, sarung, sebuah Hp serta changer dan jam tangan. Barang yang dicuri tersebut lalu di jual ke pasar maron barang tersebut laku 40.000 rupiah.

Hari kedua, yakni tanggal 18 September 2019, pelaku berhasil mencuri jaket warna merah. Namun barang tersebut dibuang oleh pelaku.

Sementara pada hari ketiga, yakni tanggal 19 September 2019, pelaku berhasil mencuri Hp merk Samsung Duos, warna hitam.

Namun saat melakukan aksinya lagi di masjid tersebut pada hari keempat (Jumat, 20 September 2019), pelaku yang berhasil membawa hasil curian berupa jaket warna hitam dan pelindung dada, ketahuan karena sudah diintai oleh takmir masjid dan warga setempat.  

Mengetahui akan ditangkap takmir masjid bersama warga, pelaku sempat ingin melarikan diri dan hendak menghilangkan barang bukti. Namun pelaku tak bisa berkutik ketika takmir masjid bersama warga telah berhasil dulu menangkap dan mengamankannya. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti diserahkan ke Polsek Pajarkan.

Saat ini pelaku yang masih di bawah umur tersebut sudah dilimpahkan ke PAA Kasatreskrim Polres Probolinggo, untuk penyidikan lebih lanjut.

Ketika ditemui portalindonesia.net di ruangannya, Sabtu (21/9/2019), Kasatreskrim Polres Probollinggo, AKP Rizki Santoso menyayangkan dan prihatin karena pelaku masih di bawah umur.

Rizki mengatakan, dalam proses penanganan kasus kriminal terhadap anak ada UU Khusus sendiri, yakni UU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan hal pencurian itu diatur dalam KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. 

"Karena anak masih di bawah umur, sehingga mendapatkan diversi. Kami akan melakukan pembinaan kepada anak tersebut agar kejadian ini tidak terulang kembali," terang Rizki. 

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Yayasan Panti Asuhan Mukti Wibawa Ponorogo Segera Tempati Gedung Baru
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda