Portal Indonesia
Habibie

FKDM Gelar Rakor Potensi ATHG Zona 2 Tangerang 

berita terkini
Saat berlangsungnya rapat kordinasi (Rakor) yang digelar FKDM 
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET. TANGERANG - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pada Rabu kemarin (25/09/2019) sekitar pukul 16.00 WIB, menggelar rapat koordinasi (Rakor) mengenai Potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) Zona 2 yang meliputi Kecamatan Batu Ceper, Neglasari dan Benda.

Kegiatan yang bertempat Aula Kecamatan Batu Ceper, diikuti oleh 20 anggota FKDM, Kasi Trantib, Kasi Kiemas dan Lurah dari Kecamatan Batuceper, Neglasari, Benda tersebut, dihadiri Camat Batu Ceper (H. Nurhidayatullah), Camat Benda (Teddy Rustandi, SH) Kapolsek Neglasari (Kompol Manurung) Danramil 02/BTC (Mayor, Arh. Bambang Haryanto) Sekcam Batuceper (H. Sa'adhi) Pengurus FKDM Kota Nanang Sutrisno, Pranowo, Eko Susetyo, dan Muhammad.

Rakor dibuka oleh Camat Batu, Ceper H. Nurhidayatullah. Dalam sambutannya Nurhidayatullah menyampaikan sangat setuju dan mendukung terkait pembentukan FKDM di kota Tangerang. 

Menurutnya, dengan terbentuknya FKDM akan membantu pemerintah kota maupun kecamatan dalam hal penemuan informasi  terkait ATHG. "Sehingga bisa diantisipasi dan dilaporkan ke jajaran tiga pilar dan semua bisa diselesaikan dengab baik," ujarnya. 

Pada acara rakor ini, Kapolsek Neglasari Kompol Manurung menerangkan bahwa dengan menjadikan pimpinan ditingkat kecamatan uni sebagai corong dan tangan tiga pilar, maka seorang FKDM sangat perlu sekali memiliki kejelian dan kepedulian di wilayah untuk menyampaikan temuan di lingkungannya.

Sementara Danramil 02/BTC Mayor Inf. Bambang Haryanto dalam acara ini menekankan kepada generasi muda dan generasi anak bangsa, supaya di perhatikan dan lebih ditingkatkan dalam pemahaman Bela begara dan Wasbang.

"Perlunya ilmu inteligent dalam menjalankan deteksi dini di wilayah masing-mading, sehingga semua masalah yang ada di wilayahnya bisa di antisipasi lebih dini," tegasnya. 

(Foto peserta Rakor FKDM Zona 2)

Sementara itu, salah satu pengurus FKDM, Drs.Pranowo meminta agar anggota FKDM dapat memperhatikan dan bekerjasama dengan baik. 

"Tidak perlu harus pintar pintaran dan menjadi eksekutor. Laporkan apa yang dilihat sebelum kejadian, saat kejadian, dan setelah kejadian. Sehingga semua bisa seragam dalam pelaporannya," tutupnya. 

Untuk diketahui, dasar pembentukkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) adalah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah. Pembentukan FKDM mulai tingkat propinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai tingkat desa.

Reporter : Elang Aminudin
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Tak Ingin Disetubuhi, Seorang Nenek di Probolinggo Dibacok 
Berita Selanjutnya Giat Pelatihan Life Skill Dinilai Tak Tepat Sasaran, Berikut Tanggapan Pihak BRA Pusat 

Komentar Anda