Portal Indonesia
Habibie

ME: Hidup Untuk Bekerja,Sukses Melewati Proses

berita terkini
Kaelani (baju hijau) di dalam toko yang dikelolanya.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MALANG RAYA - Hidup itu dinamis, bukan statis. Kehidupan dalam segala lini harus melewati sebuah proses. Menjadi keberhasilan nya,baik dan buruk tergantung pada proses yang dijalani dan dilakukan nya.

Proses adalah tahapan dan mekanisme serta strategi. Maka hidup itu adalah sebuah gerak, kerja dan kerja. Begitulah yang disampaikan oleh sosok pengusaha yang bergerak dibidang usaha dagang. 

Ketekunan yang dijalani Kailani, warga kota Malang berdomisili diwilayah Kecamatan Blimbing ini, khusus dalam berdagang aksesoris pelengkap penampilan yakni sepatu dan sandal dari berbagai merk dengan harga yang cukup terjangkau (murah)oleh masyarakat menengah ke bawah.

Puluhan tahun pekerjaan tersebut dilakoninya. Jatuh bangun, suka duka dan pahit getir sebagai pedagang, sudah pernah dienyamnya. 

Kepada awak media ini, Kamis (26/09/2019), Kailani menerangkan, bahwa kesuksesan yang pernah melambungkan dirinya menjadi seorang pedagang adalah keseriusan sebagai kuncinya.

"Kita harus serius pada pekerjaan. Apapun bidangnya mas. Kunci lainnya adalah kejujuran dan profesional on time, ketepatan waktu sebagai parameter etos kerja," ucap Kaelani.

"Maka hidup itu adalah untuk bekerja mas,dan itu bagian dari nilai ibadah bagi diri pribadi yang hasilnya untuk (anak istri ) keluarga di rumah, selebihnya untuk amal dan sodaqoh," tambahnya.

Menurut pria dengan usia setengah abad lebih ini, soal pengaturan manajemen dalam sebuah dunia usaha tidak boleh diabaikan. "Sebab akan berpengaruh pada maju mundurnya sebuah usaha," ungkapnya.

Kaelani, adalah sosok pria tipe pekerja keras,pantang menyerah dan selalu optimis. Terbukti, pernah jatuh usahanya dengan investiasi bernilai 10 miliar beberapa tahun lalu. Kini dengan ketegaran dan kerja kerasnya, usahanya kembali menapaki langkah perkembangan kemajuan.

Saat ini, dirasakan usahanya kembali bergerak menuju kejayaan dengan kalkulasi investasi sekitar 5 miliar, khusus diperdagangan sepatu sandal. 

Ratusan ribu pasang sepatu di beberapa gudang serta yang dipajang ditiga toko diarea Blimbing, Asrikaton dan Pakis siap untuk dipasarkan dengan sistim penjualan reguler maupun borongan dengan harga grosir.

Saat awak media ini berkunjung ke salah satu tokonya di Pakis, nampak beberapa konsumen tengah melihat dan memilih sepatu untuk dibelinya.

"Barang-barang yang dijual di toko SHINTA ini terjangkau dan murah pak,selain pelayanan nya familiar ,barangnya pun bagus" ujar konsumen yang sudah berlangganan ditoko milik Kaelani.

Sosok Kaelani, suami Titik Indah Handayani ini, adalah orang tua sang penyanyi cilik, Shinta kelahiran kota Malang. Pria sabar namun romantis ini, ternyata tipikal lelaki penyayang pada seorang istri yang dicintainya, dan ibu kandungnya.

Reporter : Galih
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya FKDM Gelar Rakor Potensi ATHG Zona 2 Tangerang 
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda