Portal Indonesia
Habibie

Puluhan Warga di Probolinggo Tutup Jalan Masuk Tambang Galian C

berita terkini
Petugas saat melakukan pengamanan.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Merasa sumurnya terancam mati karena ada aktivitas dua kendaraan berat jenis ekskavator yang beroperasi di areal tambang galian C di aliran Sungai Pancar Glagas, puluhan warga dari Desa Pakuniran dan Patemon Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo, melakukan aksi protes dengan menutup jalan menuju areal tambang galian C di Sungai tersebut, Jumat (4/10/2019).

Kepala Desa Patemon, Muhammad mengatakan, warga tidak menginginkan adanya aktivitas alat berat di areal galian C, Sungai Pancar Glagas. 

"Saya tidak ingin kejadian seperti yang di Lumajang ada konflik antara warga dengan pengembang sehingga saya sebagai penyambung aspirasi masyarakat wajib menyampaikan kepada pihak pengembang," paparnya.

Menurut Muhammad, warga ini tidak setuju jika ada aktivitas alat berat di areal galian C di aliran Sungai Pancar Glagas. Hingga terjadinya aksi ini, penolakan warga sebenarnya sudah lama. 

"Adanya alat berat tersebut, warga khawatir berdampak pada matinya sumur-sumur warga, terutama sumur warga yang tinggal di sekitar aliran sungai tersebut," paparnya  

Selain itu, lanjut Muhammad, warga juga takut apabila nanti turun hujan akan terjadi erosi tanah. "Sehingga secara langsung dapat mengancam keamanan rumah warga yang ada di tepian sungai," imbuhnya. 

(Petugas saat melakukan pengamanan)

Tak lama kemudian, warga yang melakukan aksi membubarkan diri setelah petugas kepolisian dan Koramil Pakuniran mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan.

Sebelum bubar, jalan menuju tambang galian C di Sungai Pancar Glagas yang sebelumnya ditutup, akhirnya kembali dibuka oleh warga. 

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya MUI Pastikan Aksi Anarkis di Papua Tak Berkait Dengan SARA
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda