Portal Indonesia
Habibie

ICRAF Gelar Seminar Membangun Rejoso Kita Demi Bangsa

berita terkini
Suasana seminar membangun Rejoso kita untuk bangsa
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PASURUAN - World Agroforestry (ICRAF) secara resmi mencanangkan kelanjutan Gerakan Rejoso Kita 2019 melalui seminar Pertanian Berkelanjutan, Emisi Karbon Rendah dan Ko-Investasi Sumberdaya Air di DAS Rejoso". Acara tersebut dilaksanakan pada Senin (7/10) siang.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, HM Soeharto. Selain itu seminar ini menghadirkan pembicara dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan serta Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Gerakan Rejoso Kita adalah kolaborasi multipihak yang berupaya melestarikan DAS Rejoso (Pasuruan Jawa Timur) melalui kegiatan-kegiatan percontohan berbasis penelitian seperti konservasi lahan, penanaman pohon dengan sistem agroforestri, pertanian berkelanjutan, efisiensi pemanfaatan air, serta peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan kelembagaan.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan 2019 ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Rejoso Kita 2016-2018 yang telah berhasil membangun percontohan skema pembayaran jasa lingkungan dimana petani mendapatkan insentif finansial atas upaya konservasi tanah serta penanaman pohon di lahan milik masing-masing. Sebanyak 174 petani pemilik 106.6 hektar lahan di 7 desa di bagian hulu dan tengah DAS Rejoso bergabung dalam skema tersebut.

Gerakan Rejoso Kita juga berhasil memfasilitasi pembentukan Forum Peduli DAS Rejoso (FPDR) yang akan mengkoordinasikan upaya-upaya pelestarian DAS Rejoso. FPDR diperkuat dengan SK Gubernur Jawa Timur No. 188/683/KPTS/013/2018 tanggal 16 November 2018.

Untuk tahun 2016-2018, Gerakan Rejoso Kita menitikberatkan pada pengelolaan wilayah hulu dan tengah, maka pada tahun 2019 ini akan berfokus di wilayah hilir DAS Rejoso, yaitu di Kecamatan Winongan dan Gondang Wetan.

"Oktober ini kami akan mulai percontohan penanaman padi sistem ramah lingkungan termasuk pola tanam jajar legowo seluas 0.5 hektar di Desa Keboncandi dan Wonosari. Kami kerjasama dengan petani dan kelompok tani di bawah pengawasan ahli dari Balingtan. Setelah percontohan ini selesai, petani akan melakukan penanaman sistem jajar legowo secara serentak di areal seluas 30 hektar," jelas Dr. Ni'matul Khasanah, Koordinator Program dari ICRAF.

Kegiatan lain yang akan dilakukan Gerakan Rejoso Kita 2019 adalah mewujudkan efisiensi pemanfaatan air sumur bor di Kecamatan Winongan dan Gondang Wetan melalui sosialisasi prosedur perijinan pembuatan sumur bor serta pengenalan teknologi pembuatan sumur bor yang benar.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, HM Soeharto, SH. M.Si, menggarisbawahi bahwa anugerah air berlimpah yang dimiliki DAS Rejoso bisa jadi tidak akan selamanya dapat dinikmati bila tidak bijak dalam memanfaatkan. 

Alhamdulillah sekarang kita mendapat dukungan dari Gerakan Rejoso Kita untuk melestarikan sumber daya air. Juga menjaga ketahanan pangan. Kita sampaikan terimakasih. Semua yang terlibat diharapkan dapat berkontribusi aktif. Kami berharap Gerakan Rejoso Kita dapat menjadi contoh, memberi format dan solusi, yang harus dilakukan oleh warga Kabupaten Pasuruan,"pungkasnya.

Reporter : Saifullah
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Dinas Pertanian Mubar Sebut Pemdes Cuek dengan Aturan Jual Beli Ternak 
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda