Portal Indonesia
Habibie

Ketahuan Berlakukan Over Time, PT Shung Chang Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

berita terkini
PT Sung Chang Indonesia di Kelurahan Mewek, Kecamatan Kalimanah, Kab. Purbalingga
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURBALINGGA - Diterbitkannya Surat Edaran (SE) dari Bupati Purbalingga bagi perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan buruh/karyawan, sepertinya belum sepenuhnya dilaksanakan perusahaan. Faktanya, PT Sung Chang yang berlokasi di Kelurahan Mewek, Kecamatan Kalimanah, ditengarai masih menerapkan over time atau jam lembur melebihi ketentuan, bahkan sampai pagi hari.

Gerebek atau sidak yang dilakukan LSM IJI (Incident Java Independen) pada Jumat (5/10) dinihari, di PT Sung Chang, memulangkan karyawan lebih dari jam 1 dinihari, bahkan sampai jam 4 pagi.

Ketua LSM IJI, Surasno saat dihubungi Portal Indonesia (7/10) mengatakan, pihaknya melakukan agenda gerebek atau sidak setelah adanya keluh kesah dari para penjemput karyawan perusahaan yang memproduksi rambut palsu (wig), yang mengeluhkan over time. "Rame di grup facebook, sehingga saya dan anggota mengecek dan klarifikasi ke PT Sung Chang yang di Mewek", katanya.

Di lokasi, dia menemui beberapa penjemput dan karyawan. Dari keterangan yang dihimpun, mereka mengeluh bekerja over time, lantaran banyak karywan yang mempunyai balita.

"Karyawan PT Sung Chang yang ikut lembur sekitar 300 orang. Dugaan kami, hal ini sering terjadi namun baru tertangkap basah sekarang", beber Surasno.

Dia berharap kejadian seperti ini adalah untul kali terakhir dialami para pekerja. Pasalnya, paska aksi unjuk rasa buruh Purbalingga belum lama ini, perusahaan berjanji akan melaksanakan dan mengikuti ketentuan yang tertuang di SE Bupati. Tetapi kali ini justru ada peristiwa lembur sampai pagi. Sebelumnya, kata Rasno, pihaknya mendapati ada perusahaan yang merumahkan karyawannya yang belum digaji.

Dari temuan yang merugikan buruh tersebut, LSM IJI sudah melaporkan ke Bagian Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jateng, Area Barlingmascakeb di Purwokerto Senin (7/10).

PT Sung Chang, menurut Surasno, diduga telah melanggar Pasal 78 UU Nomor 13 tahun 2013 ayat (2) dan (4), serta Pasal 85 dan lebih lengkapnya diatur dalan Kepmentrans No. 102/MEN/VI/2004 mengenai Waktu dan Upah kerja lembur.

Terkait persoalan over time, PT Sung Chang yang diwakili Sri Mulyati bagian Supervisor, membenarkan adanya lembur terhadap beberapa karyawan hingga pukul 4 pagi. Lembur diadakan dadakan, lantaran hari itu perusahaan di target mengirimkan barang sebanyak 3 kontainer. Meski demikian, esok harinya karyawan yang mengikuti lembur diliburkan.

Dijelaskannya, lembur karyawan langsung diawasi oleh Manager, Mr Lee Kapsuk. Atas nama perusahaan, dia memohon maaf kepada pihak keluarga karyawan, sebab lembur sampai jam setengah lima pagi. 

Reporter : Trisno
Editor : -
444
Berita Sebelumnya Danramil Kalibagor, Kapt Inf Untung N.A : Kita Sedang Menghadapi Perang Simetris
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda