Portal Indonesia
Habibie

Bayar Pajak Kendaraan Gunakan Koin, Warga Ponorogo Sampaikan Pesan Anti Korupsi

berita terkini
Nursyam Romdoni bayar pajak ke Kantor Bersama Samsat Ponorogo menggunakan uang koin. (Foto : Muh Nurcholis - Portalindonesia)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PONOROGO - Pepatah 'Orang bijak, taat pajak' menjadi inspirasi bagi Nursyam Romdoni Warga Jalan Barong, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jatim untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor miliknya. 

Nursyam Romdoni atau biasa disapa Mas Londo, Rabu (9/10/2019) pagi datang ke Kantor Bersama Samsat Kabupaten Ponorogo untuk membayar pajak sepeda motor dan kendaraan roda empat miliknya. Londo yang sehari-hari menjadi sales aksesoris anak-anak tersebut datang ke Kantor Samsat Ponorogo menenteng 2 tas besar uang koin atau uang receh hasil tabungan setiap harinya.

Bahkan dia rela menunggu hingga pukul 12.00 WIB menyelesaikan kewajibannya membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Londo hari ini membayar PKB mobil Pick Up 5 Tahunan dan PKB sepeda motor 1 tahun. "Alhamdulilah petugas Samsat mau menerima pembayaran pajak 2 kendaraan kami menggunakan uang receh dan dihitung bersama. Kewajiban pajak kendaraan kami sebanyak 2.495.500,00 telah kami lunasi," ungkap Londo.

Yang patut dicontoh selain rutin membayar kewajiban PKB, Londo ternyata bayar PKB lebih awal. Pasalnya PKB Pick Up jatuh tempo 22 Oktober 2019 dan Sepeda Motor 15 Oktober 2019. "Kewajiban sebagai rakyat jelata kepada negara adalah membayar pajak. Walau dengan uang recehan (mulai 100 Rupiah, 200, 500 hingga 1000 Rupiah) tetap kami bayar kontan," tandasnya.

Dia berharap dengan PKB yang dibayar bisa membantu keuangan negara. "Semoga uang pajak yang terbayarkan hari ini bisa membantu keuangan negara yang sedang terpuruk," bebernya.

Selain itu dia berpesan kepada para pejabat Negara yang masih suka korupsi untuk melihat kehidupan rakyat. "Lihatlah kami rakyat jelata yang dengan susah payah mengumpulkan koin demi koin seperti saya dalam satu tahun untuk memenuhi kewajiban kami. Tolong berhentilah mengkorupsi uang negara agar kami sebagai rakyat benar-benar bisa menikmati pembangunan dari hasil yang kami kumpulkan lewat pajak ini," harapnya.

Reporter : Muh Nurcholis
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Bermodal Rp 10 ribu, Kakek Asal Brebes Cabuli Anak SD
Berita Selanjutnya Hari Santri, OTT KPK dan Pilkada

Komentar Anda