Portal Indonesia
Habibie

Puluhan Ormas PP Geruduk Rumah di Karanglewas, Begini Kronologinya

berita terkini
Puluhan anggota Ormas PP PAC Karanglewas mendatangi rumah As' Ady di Desa Pangebatan RT 01 RW 01 (Foto : Tris/PORTALINDONESIA)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, BANYUMAS - Sebuah rumah bertralis besi milik As' Ady (66) di Desa Pangebatan, Kecamatan Karangkewas, Kabupaten Banyumas Kamis (10/10) malam didatangi puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) PAC Karanglewas. Peristiwa tersebut, sontak menjadi tontonan warga sekitar.

Ormas PP mendatangi rumah Ady bermaksud untuk klariifikasi dengan salah seorang tamu dirumah tersebut yang bernama Bayu. Pasalnya, Bayu disinyalir telah bersikap arogan dengan tiga anggota PP yang bertemu pada siang harinya.

Warga Desa Pangebatan menyaksikan rumah As'Ady didatangi Ormas PP. (Foto : Trisno)

Ketua PP Ranting Pangebatan Alil Suprianto kepada Portal Indonesia mengatakan, Kamis sekitar pukul 15.00 WIB ia bersama dua rekan anggota PP, yakni Eko Sukasno dan Arif Ariyanto bersilaturahmi kerumah Ady, bermaksud menyodorkan proposal kegiatan orientasi Pemuda Pancasila yang akan dilaksanakan November mendatang 

Mereka ditemui oleh Bayu, tamu As'Ady yang diketahui dari Yogyakarta. Pria berambut panjang ini lalu mengatakan jika Ormas PP sudah mendapatkan bantuan anggaran dari Kesbangpol, jadi kenapa harus meminta ke donatur?

Alil bersama dua orang temannya memilih diam saat Bayu menceramahinya dan secara terang-terangan menolak menjadi donatur seikhlasnya. Kemudian mereka bertiga pamita pergi dari rumah Ady.

"Saya dan rekan-rekan ke rumah Pak Ady karena ada papan tulisan yayasan dan koperasi syariah. Dan tiap hari rumahnya selalu ramai orang, jadi saya rasa itu sebuah kantor", ujar Alil.

Mediasi di Mapolsek Karanglewas (Foto : Tris)

Mendengar laporan dari Alil terkait sikap arogan dari tamu yang bernama Bayu, sekitar pukul 19.00 WIB puluhan anggota PP mendatangi rumah Ady untuk bertemu dengan Bayu. Sayangnya pihak yang punya rumah enggan membukakan pintu pagar dan Bayu juga tidak berani keluar.

Sekitar pukul 20.45 WIB Polsek Karanglewas tiba di rumah Ady. Selanjutnya membawa Ady, Bayu serta dua wanita yang salah satunya dipanggil dengan sebutan Bunda Ratu ke Mapolsek Karanglewas untuk klarifikasi dan mediasi.

Selain itu juga dihadirkan Ketua PP PAC Karanglewas, Kades dan perangkat desa Pangebatan serta Babinsa Pangebatan.

Ditemui di Mapolsek Karanglewas, Ketua PP PAC Karanglewas Aan Bemper mengatakan persoalan yang terjadi sudah klir, meski dia sempat meyayangkan sikap arogansi yang sebelumnya dari Bayu. 

Terpisah, sejumlah warga Pangebatan yang dimintai konfirmasi mengatakan jika Ady merupakan pendatang dan belum lama menetap di Pangebatan. Rumahnya kerap didatangi banyak tamu yang tak dikenal, ada yang berhari-hari tetapi tidak pernah melapor ke RT/RW.

"Tamunya banyak, malah ada yang larut malam datang dengan membunyika  sirine mobil keras sekali", kata Sulaiman, tetangha samping kanan Ady.

Warga lainnya menduga rumah tersebut digunakan untuk suatu aktifitas yang tidak lazim. "Makanya kami mendukung Ormas PP yang berani mendatangi rumah tersebut. Biar kapok dan menghargai terhadap masyarakat sekitar", ungkap warga.

As'Ady dan Bayi enggan berkomentar terkait insiden tersebut. 

Sementara itu Kadus (Kepala Dusun) II Pangebatan Sabichin mengatakan bahwa persoalan sudah selesai dan salah satu kesepakatannya kegiatan atau aktifitas yang tak lazim di rumah Ady dihentikan. 

Reporter : Trisno
Editor : -
444
Berita Sebelumnya Atasi Kekeringan Ponorogo, Ibas Distribusikan Air Bersih
Berita Selanjutnya Tidak Hanya Obral Janji, Ibas Realisasikan Bantuan Karawitan Bagi Seniman Jaranan Thek ISJTP Ponorogo

Komentar Anda