Portal Indonesia
Habibie

Sowan ke Dewan Pers di Jakarta, Wartawan Purworejo Disarankan Ikut UKW

berita terkini
Saat wartawan Purworejo sowan ke Dewan Pers di Jakarta. (Photo: Fauzi/Portal Indonesia)
ramadhan

PORTALINDONESIA,NET, JAKARTA - Dewan Pers mendorong agar wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, untuk mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang digelar oleh sejumlah lembaga yang telah ditunjuk oleh Dewan Pers. Sebab, keberadaan wartawan yang telah teruji kompetensinya tidak hanya membuat produk jurnalistiknya bermutu, namun juga akan berdampak baik kepada perusahaan pers serta pemerintah daerah setempat.

Hal itu disampaikan Jamalul Insan, anggota Dewan Pers dari unsur wartawan saat menerima kunjungan puluhan wartawan Purworejo di kantor Dewan Pers Jakarta, Rabu (16/10). 

"Uji kompetensi ini sangat perlu. Terlebih di era merebaknya media online saat ini sangat mudah orang ngaku-ngaku menjadi wartawan hanya bermodalkan beli domain website Rp 500 ribu serta mencetak kartu pers sendiri," kata Jamal. 

Di hadapan wartawan asal Purworejo, Jamal mengatakan, hampir setiap hari ada pengaduan dari masyarakat terkait persengketaan pers. Setidaknya ada sekitar 300 laporan yang diterima oleh Dewan Pers. 

"Hal tersebut juga menjadi tolok ukur banyaknya sengketa yang ada di masyarakat. Dan salah satu fungsi dari Dewan Pers adalah sebagai mediator dari pihak-pihak yang bersengketa. 

Menurutnya, jika suatu perusahaan pers sudah terverifikasi di Dewan Pers, maka kasus yang ada tidak sampai ke ranah hukum, akan dimediasi oleh Dewan Pers. 

"Memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus - kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jamal menjelaskan bahwa, kartu pers atau kartu wartawan yang resmi adalah kartu keanggotaan yang dikeluarkan oleh lembaga tempat media berhimpun yakni PWI, AJI atau IJTI sebagai tanda yang bersangkutan telah lolos uji kompetensi sebagai wartawan profesional yang memiliki kegiatan jurnalistik serta bekerja di perusahaan yang berbadan hukum dan terverifikasi Dewan Pers. 

"Peraturan tersebut bukan dalam rangka membatasi kerja-kerja jurnalistik namun kebebasan pers juga dibutuhkan aturan-aturan agar tidak mudah disalahgunakan," jelasnya. 

Misalnya, lanjut Jamal, ada oknum LSM yang mengaku-ngaku wartawan dengan menunjukkan kartu pers atau oknum yang tidak bertanggungjawab lainnya. "Karena profesi wartawan ini sangat diminati lantaran disegani oleh banyak orang termasuk memudahkan akses kepada pejabat," tandasnya. 

Kata Jamal, dulu para pendahulu mendirikan perusahaan pers dengan berdarah-darah untuk kepentingan publik. Sementara hari ini ada lebih 40.000 media online di Indonesia, sementara yang terverifikasi Dewan Pers baru ratusan. "Maka selain uji kompetesi wartawan, kami juga melakukan verifikasi media agar kerja jurnalistik ini betul-betul untuk kepentingan publik," bebernya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Purworejo, Anas Naryadi mengatakan, kegiatan kunjungan kerja ke Dewan Pers juga ke sejumlah tempat lainnya tersebut, digelar dalam rangka membangun harmoni antara Pemkab dengan rekan-rekan wartawan yang bertugas di lingkungan Pemkab Purworejo.

"Kami mohon arahan-arahan dari Dewan Pers terkait aktivitas jurnalistik yang ada di Kabupaten Purworejo agar kedepan kemitraan antara Pemkab Purworejo dengan perusahaan pers maupun wartawan dapat lebih baik lagi," pungkasnya. 

Sekedar untuk diketahui, kunjungan audiensi ini difasilitasi oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Purworejo dalam rangka meningkatkan kapasitas wartawan di Kabupaten Purworejo.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Selain Siap Sukseskan Pelantikan Presiden Maupun Wares, PAC GP Ansor Tolak Radikalisme
Berita Selanjutnya Digeledah Densus 88, Seorang Warga Cilacap Ditangkap

Komentar Anda