Portal Indonesia
Habibie

Desa Lawada Dapat Proyek Irigasi, KeTan: Produksi Padi akan Meningkat

berita terkini
Ketua Kelompok Tani Makmur, Maryoko.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, MUNA BARAT - Petani Desa Lawada, Kecamatan Saweregadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku senang dengan hadirnya proyek jaringan irigasi sepanjang 1000 meter yang dibangun oleh pemerintah daerah.

Ketua Kelompok Tani (KeTan) Makmur, Maryoko mengatakan pembangunan jaringan irigasi yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mubar sepanjang 1000 meter sangat membantu petani dan akan meningkatkan produksi padi di Desa Lawada.  

"Jaringan irigasi ini panjangnya 1000 meter. Lokasinya ada dua, masing-masing 700 meter dan 300 meter. Irigasi ini baru selesai di kerja bulan ini. Petani sangat senang dengan proyek irigasi tersebut," terang Maryoko saat ditemui portalindonesia.net di kediamannya, Senin (28/10/19).

Kata dia, pembangunan irigasi sawah untuk petani di Desa Lawada sangat dibutuhkan, karena irigasi yang ada selama ini sebagian sudah rusak dan yang lainnya masih darurat. Akibatnya aliran air dari bendungan Laano Fo yang menuju sawah tidak semuanya sampai. 

"Sebelum ada irgasi baru ini, air mengalir kemana-mana. Sekarang air semuanya sudah masuk di sawah milik petani. Jumlah petani yang merasakan program ini 70 orang. Areal sawah yang dialiri seluas 175 hektar. Kalau aliran air masuk ke sawah sudah bagus, maka produksi padi petani sekali panen akan meningkat hingga 5 - 7 ton per hektar. Karena persoalan air ini, panen padi hanya berkisar 4 - 5 ton per hektar," ujarnya.

Selain itu tambah Maryoko, dengan sudah dibangunnya dua jaringan irigasi tersebut, petani tak lagi merogoh kocek untuk pembersihan saluran air.

"Biaya untuk pembersihan saluran air sudah berkurang. Sebelumnya biaya yang kita gunakan untuk pembersihan irigasi cukup banyak. Jadi dengan irigasi itu mengurangi beban kami," imbuhnya. 

Oleh karena itu, pihaknya sangat berterimakasih kepada Dinas PUPR Mubar. Petani juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Bupati Mubar, Laode M.Rajiun Tumada.

"Program jaringan irigasi yang dilakukan oleh Pemda Mubar merupakan kebijakan yang pro kesejahteraan petani. Sebab program itu menyentuh kebutuhan petani. Kita juga berharap masalah petani pada tahun-tahun mendatang kembali  mendapat perhatian dari Pemda Mubar," ucapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Mubar, Surachman mengatakan Desa Lawada merupakan wilayah potensial untuk persawahan. Luasnya sekitar 500 hektar.  

"Program ini kita turunkan karena Desa Lawada sangat potensial untuk tanaman padi. Dan Desa Lawada sebagai sentra penghasilan padi di Mubar," jelas Surachman saat dikonfirmasi via whatsappnya.

Menurut Surachman, Desa Lawada memerlukan intervensi pembangunan khususnya pada penanganan jaringan primer dan sekunder. Alasannya, karena kondisi bangunannya sudah lama tak ditangani atau masih berupa saluran tanah biasa.

"Dampaknya tingkat kehilangan air dari bendungan cukup tinggi. Untuk menyelesaikan masalah yang dialami petani kita buatkan saluran irigasi permanen. Program ini sejalan dengan visi-misi Bupati Mubar, Laode M.Rajiun Tumada. Dan ini menjadi visi-misi Pemda Mubar," ulasnya. (ADV)

Reporter : La Ode Biku
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Kesulitan Air Bersih, Warga Ponorogo Sambati Wakil Rakyat
Berita Selanjutnya Tidak Hanya Obral Janji, Ibas Realisasikan Bantuan Karawitan Bagi Seniman Jaranan Thek ISJTP Ponorogo

Komentar Anda