Portal Indonesia
Habibie

Risky, Anak Tukang Becak Sukses Prakerin di Tambak 

berita terkini
Rizqy (tengah) bersama Guru dan Teknisi Tambak tempat prakerin
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, BONDOWOSO - Awalnya tidak pernah terlintas sedikit-pun bagi seorang ayah bernama Junaidi yang hanya pengayuh becak untuk menyekolahkan anaknya. 

Namun, keyakinan kuat untuk selalu bersyukur dan senantiasa bersungguh-sungguh serta tekad yang kuat membuat Junaidi menemukan SMK NU Tenggarang. 

Sebuah sekolah yang menurut pendengarannya adalah sekolah gratis sampai lulus dan gratis 4 seragam.

Bagi Junaidi, mendengar sekolah gratis dan dapat 4 seragam gratis saat itu membuat nafasnya semakin panjang.

Singkat cerita, tanpa pikir panjang lagi Junaidi dengan mengayuh becak mengantarkan anaknya pada tahun ajaran baru 2018/2019 mendaftar menjadi siswa baru SMK NU Tenggarang.

Hebatnya, Rizqy yang sadar betul dengan kondisi perekonomian orang tuanya, sang ayah hanya pengayuh becak dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga membuatnya tergugah untuk berangkat prakerin lebih awal dari jadwal semestinya.

Seharusnya Rizqy berangkat ketika pertengahan semester III kelas XI, namun tekadnya yang besar untuk menyelami dunia perikanan membuatnya diterjunkan lebih awal tepatnya saat semester II kelas X. 

Keputusannya untuk berangkat lebih awal ternyata membawa berkah bagi dirinya dan keluarganya. 

Sepenggal kisah menarik ini terungkap saat monitoring Triwulan yang dilakukan oleh guru pendampingya (Kamis, 31/10/2019) di tempat prakerinnya yaitu di PT Anugerah Berjaya Kraksaan (ABK).

Rizqy menuturkan kepada gurunya bahwa selama prakerin di PT ABK selain mendapatkan gaji bulanan yang langsung di transfer ke rekening yang dibuatkan oleh PT, mendapatkan makan dan tempat tinggal gratis, juga mendapatkan bonus besar pada saat panen. 

“Bonus setiap panen tergantung hasil petak tanggung jawab saya bu, rata-rata 8 jutaan itu” ujar Rizqy seperti dituturkan oleh guru pendampingnya. 

Sementara itu, guru pendamping prakerinnya, Riana Endang Hartatik, membenarkan besaran gaji dan bonus yang didapatkan Rizqi pada saat Prakerin.

Hebatnya lagi masih menurut Riana, hasil kerja yang dilakukan anak asuhnya tersebut bisa melunasi hutang-hutang keluarganya termasuk menebus sawah orang tuanya yang lama di gadaikan. 

“Saat saya kunjungan orang tuanya Rizqy, mereka sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada sekolah karena bisa mengarahkan Rizqy dan membuat haru keluarga” terang guru yang sebentar lagi mendapatkan gelar master dari Politeknik Negeri Jember. 

Kepala SMK NU Tenggarang, Daris Wibisono, ketika dikonfirmasi melalui whatsappnya mengaku sangat bahagia atas informasi anak didiknya yang bisa diterima dengan baik di tempat Prakerin dan malah mendapatkan apresiasi (gaji) yang besar bahkan bisa mengangkat derajat keluarganya. (ADV)

Reporter : Chandra
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Jalan Pipa Line Lhokseumawe Rusak Parah, Ini Permintaan FKPH Unimal
Berita Selanjutnya Densus 88 Tangkap Seorang Gembong Teroris di Cilacap

Komentar Anda