Portal Indonesia
Habibie

Dituntut 10 Bulan Penjara, Kasus Wanita Ini Dapat Perhatian Banyak Kalangan 

berita terkini
Mursyidah, saat di ruang sidang PN Lhokseumawe. (Photo: Istimewa) 
ad

PORTALINDONESIA.NET, ACEH - Kak Mursyidah, warga Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, telah ditetapkan sebagai tersangka dan dituntut 10 bulan penjara atas dugaan perusakan sebuah rumah toko (ruko) tempat pangkalan elpiji 3 kilogram yang berada di desa setempat.

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Lhokseumawe saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Lhokseumawe beberapa hari yang lalu. 

Kasus yang sempat viral di Kota Lhokseumawe hingga diberitakan di media tersebut dalam beberapa hari terakhir ini mengundang perhatian dan reaksi masyarakat dari berbagai kalangan. Diantaranya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (BEM Unimal), Muhammad Fadli.

“Dalam kasus ini ada beberapa kejanggalan yang kami analisis setelah melihat dan mewawancara langsung Kak Mursyidah dengan datang ke rumahnya,” ujar Ketua BEM FH Unimal, Jumat (1/11/2019).

Sementara itu, Pimpinan Komite I DPD RI, Fachrul Razi, menyampaikan turut prihatin terkait kasus yang menimpa Kak Mursyidah. "Saya harap kasus ini diselesaikan, Bebaskan Kak Mursyidah," ucap Senator Aceh ini.

Fachrul Razi menjelaskan, Kapolri pada masa bapak Tito Karnavian telah menyampaikan dengan tegas akan mempidanakan bagi pangkalan-pangkalan jahil yang merugikan masyarakat miskin dengan penimbunan. 

Dengan tegas Fachrul Razi juga menyampaikan, bahwa penimbunan gas tersebut telah melanggar Permen ESDM Nomor 21 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Penyedia dan Pendistribusian Gas Tabung 3 Kg kemudian juga UU No. 07 Tahun 1955 tentang pengusutan tindak pidana ekonomi sesuai Pasal 6 Ayat (1) Huruf d.

"Saya meminta kasus kasus seperti ini tidak terjadi di era Kapolri Baru Idham Aziz serta Jaksa yang Baru ST Burhanudin. Dan merombak kinerja bawahannya," tambahnya.

Kasus bergulir untuk pemeriksaan terhadap pemilik pangkalan tersebut atas penimbunan Gas yang dilakukannya. Namun seiring berjalannya waktu bukan pemilik pangkalan gas yang ditetapkan sebagai tersangka. 

Informasi dihimpun portalindonesia.net, untuk agenda sidang selanjutnya, adalah sidang pembacaan putusan yang akan digelar di PN Lhokseumawe pada tanggal 05 November 2019 mendatang. 

Reporter : Nurmansyah
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Jadi Kunci Utama Suksesnya Pembelajaran, Bupati Salwa Minta Guru Tingkatkan Kompetensi
Berita Selanjutnya Kanwil Kemenag Tangerang Gelar Jalan Sehat Kebangsaan

Komentar Anda