Portal Indonesia
Habibie

Puluhan Rumah Warga dan Madrasah Retak Akibat Proyek Bendungan Bener 

berita terkini
Warga Desa Guntur menunjukkan rumahnya yang retak retak pasca pengeboman pada proyek pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Pasca pengeboman pada proyek pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, puluhan rumah warga dan sejumlah gedung madrasah di Desa Guntur Kecamatan Bener mengalami retak-retak. 

Informasi dihimpun portalindonesia.net saat berada di Desa Guntur menyebutkan, bahwa selama tiga pekan ini, pengeboman di proyek tersebut sudah terjadi beberapa kali dan dentumannya terdengar oleh banyak warga. 

Bahkan, pengeboman yang ketiga pada minggu ketiga, barang‑barang di rumah dan gedung sekolah sampai bergetar dan dentumannya terdengar jelas. 

"Tapi dampaknya itu sangat dirasakan pada minggu ketiga dan mulai terlihat ada retakan dinding. Padahal sebelumnya tidak ada retakan," kata Sukensi, warga RT 04 RW 05 Dusun Kali Pancer, Desa Guntur, Rabu (06/11/2019).

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya. "Rumah saya juga retak mas," ungkap Doni warga RT 03 RW 05.l, Desa Guntur. 

Kondisi tersebut, selain dikeluhkan, warga dan pihak madrasah di Desa Guntur itu mengutarakan kekhawatirannya. 

"Kami selaku warga sekitar sini sangat khawatir sekali," ucap Doni. 

Di tempat terpisah, Kepala Desa Guntur, Nukholip, membenarkan adanya kejadian, bahwa sejumlah rumah warga dan gedung madrasah di desanya mengalami retak retak pasca pengeboman pada proyek pembangunan Bendungan Bener. 

"Tapi saya belum bisa menyimpulkan terjadinya retakan pada rumah dan gedung madrasah di desa ini apakah karena efek pengeboman atau efek alam," ungkap Nukholip, saat ditemui portalindonesia.net, Rabu (6/11), di rumahnya. 

Namun, sambung Nurkholip, ketika diadakan sosialisasi beberapa waktu lalu, bahwa yang rentan dari bahaya itu jaraknya sekitar 300 meter-an. "Tapi pemukiman di daerah ini jaraknya sudah lebih dari 300 meter, kok rumah warga pada retak retak," ungkap Nurkholip dengan menunjukkan keheranannya. 

Disebutkanya, ada sekitar puluhan rumah warga yang mengalami retak- retak. "Untuk kepastiannya jumlah rumah yang retak-retak, sudah didata oleh pamong saya," ucapnya.

Menurut Kepala Desa Guntur, jika rumah rumah dan gedung madrasah yang retak retak itu akibat dampak pengeboman pada proyek pembangunan Bendungan Bener, pihaknya bersama warga akan menuntut pihak pelaksana proyek tersebut. 

"Apabila ini benar, bahwa yang mengakibatkan retak-retaknya rumah warga disebabkan oleh proyek tersebut maka kita akan menuntut," pungkasnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Ponpes Darul Fikri Siap Bantu Polres Ponorogo Jogo Ponorogo
Berita Selanjutnya Densus 88 Tangkap Seorang Gembong Teroris di Cilacap

Komentar Anda