Portal Indonesia
Habibie

Merti Desa Wayangan di Lokasi Situs Banyuurip Purworejo

berita terkini
Saat peyerahan wayang dari kepala desa ke dalang
ad

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Dalam rangka mereti Desa ,Desa Banyuurip Kecamatan Bayuurip Kabupaten Purworejo Jawa tengah mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Pandowo Kumpul. Sabtu malam.(17/11/2019)

Acara tersebut digelar di tempat bersejarah Situs Perigi di Dukuh Kembaran Desa setempat.

"Pagelaran wayang kulit ini mengambil lakon "Pandowo Kumpul" dengan dalang Ki Parikesit dari Desa Pacor Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo jawa tengah".ungkap Kepala desa Bayuurip Teguh.

Menurut Teguh Susanto Kepala Desa Banyuurip, Merti Desa ini dilakukan untuk ucapan rasa syukur kepada sang pencipta karena telah diberikan panen yang melimpah. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah di Banyuurip  ini adalah persawahan.

"Kita laksanakan kegiatan ini setiap panen di musim Kemarau (ketigo) sebagai ungkapan syukur masyarakat setempat atas keselamatan dan hasil panen yang diperoleh," bebernya

Lebih jauh di sampaikan Teguh bahwa Punden Perigi atau punden batu ini merupakan bangunan joglo kecil yang berukuran 3,2 m x 3,2 m berlantai ubin putih yang konon dulu digunakan sebagi tempat pertapaan seorang pangeran yang berasal dari Majapahit. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu bekas tempat duduk Pangeran Joyokusumo, batu lutut, batu dakon, batu lumpang dan sebuah yoni sebagai tempat menampung air untuk membasuh muka yang oleh sebagian orang dipercaya dapat mendatangkan berkah.

Di sebelah barat punden Perigi itu terdapat bangunan berukuran 8 m x 16 m yang sering digunakan untuk pertunjukan wayang kulit oleh penduduk setempat sehabis panen musim kemarau. 

"Selain untuk nguri-nguri (melestarikan) budaya dengan acara seperti ini mengingatkan kita pada sejarah sesepuh Banyuurip, seperti apa dulu kalau babad alas dan berjuang serta intinya adalah mengirim doa kepada para leluhur dan minta kepada sang pencipta," pungkasnya.

Masih dalam acara tersebut Camat Bayuurip Tri Wahyuni Wulansari menyampaikan, Di tahun  ini Musim kemarau agak panjang dan semoga  setelah acara ini musim penghujan mulai datang sehingga Sawah kita khususnya di Desa Bayuurip bisa tumbuh dengan baik.

Lanjut, Bahwa desa Banyuurip ini  menyimpan potensi yang banyak sekali. Salah satunya di tempat ini yaitu Petilasan Pangeran Joyokusumo,
sumur beji dan lain lain.

Selain itu juga harapan saya,Batik yang asli Desa Banyuurip ini  bagaimana caranya bisa diteruskan karna itu adalah salah satu peninggalan asli Kecamatan Banyuurip dari Desa Banyuurip ini.pungkasnya. (fauzi/alek)

Reporter : Fauzi/Alex
Editor : -
ad
Berita Sebelumnya 1000 Orang Pam Swakarsa Ikuti Apel Besar di GSG Solear Tangerang
Berita Selanjutnya Habis Menyantap Jamur, Sekeluarga di Purwokerto Keracunan

Komentar Anda