Portal Indonesia
Habibie

Pegiat Kopi Sesalkan Pemkab Tak Lagi Greget Gaungkan BRK

berita terkini
Puluhan pegiat kopi Bondowoso berkumpul dalam Rembuk Kopi di Cafe Expresi, Selasa (27/11) malam.
ad

PORTALINDONESIA.NET, BONDOWOSO - Sejumlah petani dan pelaku kopi di Bondowoso menilai bahwa di pemerintahan saat ini gaung Bondowoso Republik Kopi (BRK) “adem”. Pasalnya, mulai dari sektor hulu hingga hilir terasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah lagi. 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pemerintahan sebelumnya. Ini menjadi tanda tanya besar masyarakat perkopian terkait keseriusan Pemkab membawa BRK ke depan. 

Hal ini mengemuka dalam Rembuk Kopi dengan tema “Gotong Royong Memajukan Kopi Bondowoso” yang dilaksanakan oleh Masyarakat  Perkopian, Rabu (27/11) malam di Caffe Expressi, Bank Jatim Bondowoso. 

Sumarhum, salah seorang petani kopi menuturkan, semenjak Amin Said Husni, penggagas BRK purna tugas sebagai Bupati di Bondowoso, petani dan pelaku kopi merasa seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Sebab, akhir-akhir ini BRK sudah tak terdengar lagi gaungnya. Kondisi ini, menjadi tanda tanya besar bagi pelaku kopi. Padahal, kata Sumarhum, masih ada PR besar dalam memajukan perkopian di Bondowoso. 

“Karena akhir-akhir ini BRK sudah tidak terdengar lagi gaungnya. Ini yang sudah menjadi tanda tanya besar bagi kami,” ungkapnya. 

Senada disampaikan oleh Mat Husen, Petani Kopi ini menerangkan, BRK sudah tak seperti dulu lagi. Terkesan 'adem'. Dirinya mengaku tak mengerti apa yang hendak diselesaikan di pemerintahan saat ini agar menaikkan lagi BRK. 

“Sekarang ini adem kayaknya pak, tidak ada pertemuan-pertemuan, tidak seperti dulu. Seperti masih beliau yang masih memimpin Bondowoso. Mohon kepada Pak Bupati yang baru untuk menuntun kami,” ujarnya. 

Menanggapi berbagai keluhan ini, Pemerintah Daerah Bondowoso yang diwakili oleh Asisten 2 Agus Suwardjito menerangkan, bahwa pengawalan untuk BRK pasti tetap ada. 
“Seperti yang dikatakan pak Fathorrazi, biar ada pekiknya. Biar ada yel-yelnya. Barangkali ditambah, ‘BRK Melesat,” katanya.  

Diakuinya, sebenarnya pengembangan Kopi di Kabupaten Bondowoso merupakan lompatan yang luar biasa. Terutama dalam rangka pengentasan kemiskinan. 

“Maka perlu branding. Branding ini, adalah model-model sekarang lah. Dengan kemajuan teknologi industri itu, branding itu betul-betul dilakukan,” pungkasnya.

Reporter : Eko Setia Budi
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya KPP Pratama Malang Gelar Ghatering Bertajuk 'Bersinergi Menuju Pajak Kuat, Negara Maju'
Berita Selanjutnya Ibas Ingatkan Anak Muda Magetan Tidak Produksi Hoax

Komentar Anda