Portal Indonesia
Habibie

Memanas, Konflik Internal LSM Buser di Situbondo 

berita terkini
Ketua LSM Buser, Abd Rahman bersama Abd Faruq dan para pendiri LSM Buser
ad

PORTALINDONESIA.NET, SITUBONDO - Merasa dituding telah melakukan pencopotan Ketua LSM Buser sebelumnya dengan tanpa pemberitahuan dan melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta dinilai cacat hukum, seperti yang telah diberitakan media ini dengan judul "Polemik Kepemimpinan LSM Buser Kian Tajam", Ketua LSM Buser yang baru, yakni Abd Rahman bersama sejumlah pendiri LSM Buser, angkat bicara. 

Kepada portalindonesia.net, Kamis (28/11/2019) siang, Abd Rahman bersama sejumlah pendiri dan anggota LSM Buser lainnya mengaku geram dan menyatakan bahwa apa yang disampaikan saudara ketua LSM Buser sebelumnya (Jailani) adalah tidak benar. 

"Yang diutarakannya itu tidak benar," tandas Abd Rahman. 

Selain itu, Abd Rahman juga membeberkan sejumlah kesalahan ketua LSM Buser sebelumnya (Jailani). 

"Kesalahan dia (Jailani), diantaranya: 
(A) Selalu bertidak sendiri tanpa ada musyawarah dengan anggota; 
(B) Menerima atau memasukkan anggota baru tanpa ada musyawarah dengan anggota; 
(C) Mencetak Id-card sendiri sehingga nomor register tidak karuan, dan 
(D) Bertindak sewenang-wenang menon-aktifkan anggota lama tanpa ada sebab bila menangani kasus selalu bersama LSM / lembaga lainnya.
Dari beberapa alasan tersebut di atas maka anggota LSM Buser sepakat dan mengambil keputusan, bahwa Ketua Umum LSM Buser Drs Ahmad Jaelani MPd.I segera diganti," ungkap Abd Rahman. 

Selanjutnya, para pendiri utama dan 10 anggota LSM Buser pada tanggal 18 Agustus 2018, menggelar musyawarah. 

"Hasil musyawarah yang dihadiri oleh para pendiri dan anggota LSM Buser tanggal 18 Agustus 2018 lalu, keputusannya bahwa: (1) saudara Drs Ahmad Jaelani MPd.I dinonaktifkan sebagai Ketua Umum LSM Buser dikarenakan secara sengaja telah melakukan tindakan kesalahan yang melanggar AD/ART serta peraturan LSM Buser sehingga merugikan lembaga. Maka pada hari ini (saat itu.red) disusun kembali susunan kepengurusan dan melakukan perubahan susunan kepengurusan LSM Buser yang berdiri pada tanggal 8 September 2015 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 02 tanggal 08 September 2015 yang dibuat dihadapan notaris di Kabupaten Situbondo dan telah mendapatkan pengesahan berdasarkan Keputusan Menkumham RI Nomor 00000456.0 1.07 tahun 2015 tertanggal 11 September 2015," beber Abd Rahman. 

Keputusan pada poin (2) dari hasil musyawarah, semua yang hadir mufakat melakukan perubahan kepengurusan. "Selain itu, juga ada perubahan Anggaran Dasar LSM Buser dengan AHU 0000822.AH.01.08 tahun 2018," imbuh Abd Rahman. 

Sementara itu, pecetus/pendiri LSM Buser, Abd Faruq menyampaikan sejumlah nama para pendiri utama LSM Buser. 

"Pendiri utama sekaligus pencetus nama LSM BUSER dan kepanjangan dari kata "BUSER", diantaranya Abdurahman, Zainal Arifin, Basri Datul Fauzi, Ramli, Ari Puji Rahayu, Mamat Alm, pak Rebo pensiunan TNI, pak Gedhe Pensiunan TNI. BUSER itu kepanjangannya Berani Ungkap Segala Rahasia, dan saudara H Jailani itu cuma kami butuh untuk mengisi jabatan sebagai ketua saja," beber Faruq. 

"Saya saja sebagai pendiri utama dipecat tanpa ada musyawarah secara lisan atau tulisan dan juga sekjen pun sama nasibnya," imbuhnya. 

Faruq menegaskan bahwa pihaknya telah siap jika ketua LSM Buser sebelumnya mau menuntut secara hukum. 

"Jika H Jailani mau menuntut secara hukum, kami tunggu di pengadilan kapan saja. Jangan hanya OMDO (Omong Doang), justru kami meminta kepada H Jailani segera menurunkan papan nama LSM Buser di depan rumahnya karena itu sudah tidak sah secara hukum. Dan apabila papan nama masih terpampang di sana serta masih mengatas namakan LSM Buser, maka kami segenap pendiri dan anggota LSM Buser akan melaporkan H. Jailani," ungkap Faruq dengan bahasa yang blak-blakan. 

Reporter : Abdul Azis
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya SDN 1 Gintungan Siap Ikuti Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jateng
Berita Selanjutnya Ibas Ingatkan Anak Muda Magetan Tidak Produksi Hoax

Komentar Anda