Portal Indonesia
Habibie

Ditinggal Istri Merantau, Ayah Hamili Anak Kandungnya

berita terkini
Polres Purbalingga saat menggelar pers rilis kasus asusila ayah setubuhi anak kandungnya hingga melahirkan, Jumat (29/11)
ad

PORTALINDONESIA.NET, PURBALINGGA - Polres Purbalingga akhirnya menggelar pers rilis kasus asusila dengan tersangka Tarsum (47), warga Desa/Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Lelaki yang ditinggal istrinya bekerja merantau di ibukota ini nekad menyetubuhi Mawar (17), anak kandungnya selama setahun lebih, hingga melahirkan.

Aksi bejad bapak kandung terungkap saat pertengahan November lalu bidan dan petugas Puskesmas Bobotsari curiga lantaran ada anak di bawah umur yang akan melahirkan datang tanpa suami di puskesmas tersebut.

Kecurigaanpun sampai ke polisi yang kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya diketahui, kalau perempuan tersebut hamil karena perbuatan cabul ayah kandungnya sendiri. Polisi kemudian menangkap tersangka di rumahnya pada 14 November lalu.

Kapolres Purbalingga AKBP Kholilul Rohman didampingi Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto dalam press rilis di Mapolres Purbalingga, Jumat (29/11) mengungkapkan, aksi pelaku dilakukan pertama kali pada Agustus 2018 lalu. Saat itu Tarsum masuk ke kamar tidur korban dan langsung berbaring di sebelahnya.

"Anak perempuannya kaget dan bertanya," Bapak ngapa si nang kene? (Bapak kenapa sih disini?). Pelaku menjawab, hanya ingin tidur dengan anaknya yang nomor dua itu. Pelaku selanjutnya mendekap dan menegaskan ingin berhubungan badan dengan anaknya. Korban yang diancam akhirnya pasrah atas perlakuan ayahnya", terang Kapolres.

Bukannya menyesali perbuatannya, pelaku justru makin sering menyetubuhi Mawar berulangkali hingga awal November lalu. Bahkan setelah mengetahui anaknya hamil, Tarsum masih rakus menggauli korban.

"Pelaku bebas dan leluasa melakukan aksinya karena istrinya bekerja di Jakarta. Sedangkan anak pertama pelaku bekerja sebagai kuli bangunan dan jarang pulang ke rumah. Sementara anak bungsunya masih kecil," imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tarsum dijerat dengan pasal 81 Ayat (2) dan Pasal (3) UU Nomor 17 Tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Karena pelaku merupakan ayah kandung korban, maka ancamannya ditambah sepertiga," pungkas Kapolres. (Tris/Dar)

Reporter : Tim
Editor : Sutrisno
ad
Berita Sebelumnya AMPI Jember Tasbihkan Sebagai Motor Penggerak Pembaharuan di Jember
Berita Selanjutnya Ibas Ingatkan Anak Muda Magetan Tidak Produksi Hoax

Komentar Anda