Portal Indonesia
Habibie

Manzahari: Puisi ❤️Apa Kabar Indonesia ku

berita terkini
.
ad

Puisi ❤️Apa Kabar Indonesia ku

    Sudah terlalu banyak kasus-kasus publik di Aceh tak terungkap, sejarah kita disesati cerita-cerita gelap. 

    Pengungkapan yang di halangi, menjadi  tabir kasak-kusuk,kita selalu mengulagi kisah-kisah yang buruk.
    
    Tentang kebenaran yang terpojok sendirian, tidak menjadi acuan bahkan dikesampingkan karna kepentingan, begitu juga perihal-perihal keadilan yang berperan dalam kesunyian.
    
    Hukum Indonesia akhirnya menjelma dokumen berdebu,karna tak berbunyi laksana orang gagu untuk bicara yang rakyat Aceh perlu.
    
    Pesimisme penegak hukum dengan sendirinya menguat untuk pengungkapan, lalu kebenaran makin tenggelam di ruang yang pekat.

        14 tahun sudah perdamain bukan waktu yang singkat untuk menggungkap, ribuan orang tak berdosa di bantai sekarang tak tau kemna arahnya.
    
    Tiap generasi akhirnya punya beban masalalu,karna Indonesia membiarkan banyak sengketa yang membatu.
    
    Percayalah, Yang gagal terungkap akan terus diburu.
    Teka-teki yang akhirnya menjelma sebagai hantu.

#melawanlupa.

Puisi diatas merupa karya Manzahari seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, dan juga merupakan Alumni Sekolah HAM Angkatan ke-11, yang di gelar Oleh kontraS Aceh beberapa bulan yang lalu, berceritakan tetang pemerintah Indonesia yang hingga saat ini belum tuntas dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat di Aceh.

"Pelanggalaran HAM yang terjadi selama Konflik berlangsung di Aceh sampai saat ini sudah 14 tahun sejak penandatangan MoU antara perintah Indonesia Dan GAM di Helsinki belum tuntas." Kata Manzahari kepada Portalindonesia.net

Terfikir sehingga puisi ini dikirimkan oleh Manzahari, dia menilai Pemerintah Indonesia tidak serius dalam menyelesaikan Kasus pelanggaran HAM di Aceh, hingga terkesan Negara lah yang pelaku pelanggaran HAM sebenarnya,karna tidak ada kemauan untuk menyelesaikanya, ribuan Orang di Bantai di Aceh saat Konflik oleh Aparat yang bertugas di Aceh pada saat itu.

"Jika negara terus menutupi dan menghalangi pengungkapan pelanggaran HAM di Aceh, tidak kecil kemungkinan generasi Aceh yang merasa tidak terpenuhi Hak-Hak atas orang tua dan keluarganya menjadi korban pelanggaran HAM, akan kembali menggugat Negara", tutup Manzahari

Reporter : Azhari
Editor : -
ad
Berita Sebelumnya Seruling di Lembah Sunyi Ungkapan Perasaan SBY Atas Kepergian Ibu Ani Yudhoyono
Berita Selanjutnya Ibas Ingatkan Anak Muda Magetan Tidak Produksi Hoax

Komentar Anda