Portal Indonesia
Habibie

Sidang Kedua Perkara Ijazah Palsu Anggota Dewan, Keterangan Para Saksi Mengarah Pada JJ

berita terkini
Suasana saat sidang kedua di PN Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (Photo: Hadari - Portal Indonesia)
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Perkara ijazah palsu oknum anggota Dewan Probolinggo dalam sidang kedua di PN Kraksaan Kabupaten Probolinggo, memasuki pemanggilan saksi-saksi, Senin (9/12/2019). 

Sidang ini dipimpin oleh Hakim Ketua Gatot Ardian Agustriono dengan dua Hakim Anggota, yaitu Yudistira dan Syafrudin.

Sebelum perkara sidang dimulai keempat saksi tersebut disumpah oleh ketua majelis menurut keyakinannya masing - masing. Usai keempat saksi disumpah, ketua majelis langasung menggelar perkara.

Saksi pertama Saudi Hasyim, yang merupakan ketua LSM Permasa, saat ditanyakan oleh ketua Hakim, atas kasus ijazah palsu yang digunakan oleh Abdul Kadir saat mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo pada tanggal 17 April lalu.

Ia (Saudi Hasyim) mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi bahwa ijazah Paket C yang digunakan Abdul Kadir palsu, itu dari Samsul Arifin. "Sehingga kami mengecek kebenaran itu di lembaga kelompak belajar Amanah, di Desa Dawuan Krejengan, ternyata ketua lembaga tersebut tidak mengakui jika telah mengeluarkan Ijzah paket C atas nama Abdul Kadir," kata Saudi Hasyim. 

Usai sidang, saksi ketiga, Misnari mengatakan dirinya menyelenggarakan ijzah paket C pada tahun 2009, dan itupun sudah gelombang kedua. "Sedangkan ijzah paket C yang digunakan Abdul Kadir tertera pada tahun 2012. Padahal lembaga kami saat ini sudah tidak ada lagi," tegas Misnari pemilik lembaga Pokja Amanah, saat dikonfirmasi di PN Kraksaan. 

Sementara itu, Hosnan Taufik, Kuasa Hukum Abdul Kadir mengatakan dari fakta - fakta persidangan banyak mengarah pada JJ yang merupakan ketua DPC Partai Gerindra yang memfasiltasi Ijzah paket C yang digunakan Abdul Kadir. 

"Dari pengakuan saksi kedua (Samsul Arifin), bahwa yang memfasilitasi yakni H. Jon Junaidi dan juga diamini oleh pelapor yang merupakan saksi pertama," ungkap Hosnan Taufik,

Saksi pertama (Saudi Hasyim), sambung Hosnan, ia menyampaikan di depan ketua Majelis Hakim, bahwa ada oknum dari Dinas Pendidikan berinisial SB yang ikut campur terbitnya Ijazah tersebut. "Yang jelas di BAP ada, namun masih belum diperiksa," imbuhnya. 

Sidang pada hari ini berjalan dengan lancar, dan dari keterangan prasaksi jelas dan gamblang. "Semoga Kasus ini menjadi terang benderang, siapa aja yang terlibat," pungkasnya.

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Laka Pikap dan Avansa di Probolinggo, 7 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Berita Selanjutnya Personil BPBD Jatim Bersama Relawan Bersihkan Sampah di Kali Buntung

Komentar Anda