Portal Indonesia
Habibie

Sejumlah Anggota LMDH di Situbondo Wadul Dugaan Kasus Penipuan ke Polisi

berita terkini
Saat anggota LMDH Makmur, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit di Mapolres Situbondo.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, SITUBONDO - Sejumlah anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Makmur, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, pada Jumat (10/01/20) lalu mendatangi Mapolres Situbondo. 

"Kami sejumlah anggota LMDH Makmur datang ke Polres Situbondo saat itu untuk mengadukan oknum ketua terkait pungutan untuk mendapatkan bantuan bibit Mangga, Randu dan Nangka dalam rangka rehabilitas hutan lindung, dan biaya untuk pembuatan KTA (kartu tanda anggota) LMDH Makmur," beber Lisyadi mewakili sejumlah anggota lainnya kepada portalindonesia.net, Minggu (12/01/2020). 

Menurut Lisyadi Cs, dalam bantuan berupa bibit pohon Mangga, Randu dan Nangka dari pemerintah (Perhutani) untuk rehabilitas hutan lindung kepada LMDH Makmur, tidak ada pungutan apapun. "Tapi kenapa justru kami sebagai anggota LMDH dimintai uang untuk biaya itu, dan uang yang ditarik itu jumlahnya tidak sama. Ada yang ditarik biaya sebesar seratus ribu rupiah dan ada juga yang lebih dari seratus ribu rupiah," ungkapnya. 

"Masak ada bantuan tapi ditarik biaya?? Padahal bantuan dari pemerintah untuk kesejahteraan serta menciptakan lapangan kerja pada masyarakan sekitar hutan seperti saya dan teman-teman yang tergabung dalam LMDH," imbuhnya. 

Setelah uang dari anggota itu terkumpul, sambung Lisyadi Cs, kemudian diserahkan kepada oknum ketua LMDH. 

"Atas dasar itu sehingga kami adukan oknum ketua ke Polres Situbondo. Yang kami adukan bukan kasus pungli, tapi atas kasus dugaan penipuan dan itu sesuai pernyataan yang telah kami buat," kata Lisyadi Cs.  

Ditempat terpisah, Mat Rosi Sunjoko selaku Ketua LMDH Makmur Desa Tambak Ukir, membenarkan saat dikonfirmasi terkait adanya pungutan terhadap anggotanya. 

"Ya. Uang tersebut bukan untuk kepentingan kami sebagai LMDH, tapi untuk kepentingan bersama yaitu masyarakat sebagai anggota rehabilitas hutan lindung dimana uang tersebut kami buat untuk biaya pengukuran penggalian, pengajian selametan dan juga tamu dari perhutani seperti KRPH, Asper dan mandor," bebernya. 

"Darimana biaya tersebut kalau bukan dari uang pungutan tersebut dan biaya pungutan tersebut kami siarkan melalui pengeras suara tidak sembunyi-bunyi, tapi secara transparan," tambahnya. 

Bahkan, lanjut Mat Rosi Sunjoko, biaya itu terjadi pembekakan. "Untung dibantu warga sebesar Rp 5 ribu dan uang pungutan yang sebelumnya telah terkumpul itu, kini  jumlahnya nol dan itu dapat kami pertanggung jawabkan," ujar Mat Rosi Sunjoko. 

Secara tegas Mat Rosi Sunjoko mengatakan, jika hal itu sudah dilaporkan ke Polres Situbondo, pihaknya juga telah siap menghadapinya. 

"Saya juga bisa lapor untuk tuntut balik. Dari lima kelompok, hanya tiga klompok yang nyetor uang tersebut kepada bendahara," tegas Mat Rosi Sunjoko. 

Reporter : Abdul Azis
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Ribuan Warga Ikuti HUT PDIP Ke 47 Serta Mlaku Bareng BMI Ponorogo
Berita Selanjutnya Semarak Festival Buah Durian di Kecamatan Bruno Purworejo 

Komentar Anda