Portal Indonesia
Habibie

Munculnya Kerajaan di Pogung Jurutengah Disorot Tokoh Purworejo

berita terkini
Pengasuh Majelis Ta'lim Al Hasan Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Emha Saiful Mujab.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PURWOREJO - Beredarnya berita tentang munculnya kerajaan di Pogung Jurutengah, menjadi salah satu pusat perhatian kalangan masyarakat dan tokoh agama. Salah satunya adalah Emha Saiful Mujab, Pengasuh Majelis Ta'lim Al Hasan atau Mantan Ketua Ansor Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Saat ditemui portalindobesia.net di kediamannya, Senin (13/01/2020), Emha S Mujab atau akrab disapa Gus Ipul menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk berhati hati dan cermat terhadap sesuatu yang tidak lazim dengan agama, budaya maupun hukum negara.

Diceritakan Gus Ipul, masyarakat Indonesia tentu masih ingat tentang sosok Sinuwun Dimas Kanjeng yang pernah heboh dengan kemampuannya yang informasinya bisa mendatangkan uang hingga triliunan rupiah. Selain itu, sosok Sinuwun Dimas Kanjeng juga terkenal kesosialannya karena banyak membantu dan menyantuni kaum dhuafa.  

"Bahkan saat itu Dimas Kanjeng mampu mengumpulkan seluruh raja di Nusantara yang tergabung dalam Asosiasi Kerajaan dan Keraton Indonesia (AKKI) sehingga sampai mendapat gelar kehormatan Sri Raja Prabu Rajasa Nagara", ujarnya. 

Namun tidak lama setelah itu, masyarakat dihebohkan dengan kabar Dimas Kanjeng ditangkap polisi atas beberapa kasus yang menimpanya. 

"Dalam hal ini kami ingin memberi beberapa catatan untuk kita nalar bersama. Pertama, jika Sinuwun mengaku penerus dan pelanjut dari Pharaoh Dinasti XXXVI Penguasa Kekaisaran (716-1518 AC) periode Nusantara (Atlantic-Sundaland) III pasti memiliki bukti historis dan biologis yang tercatat di Keraton Yogyakarta. Sebab hampir semua jejak keturunan raja-raja Nusantara ada disana," bebernya.

"Kedua, dengan cara apa Sinuwun Keraton Agung menarik harta yang begitu besar di Eropa?," imbuhnya. 

Sedangkan beberapa Presiden saja, sambung Gus Ipul, mengalami kesulitan untuk mengambil kembali uang hasil kejahatan para koruptor yang lari keluar negeri. "Sebab mekanisme hukum antar negara yang berbeda itu sulit," tandasnya.t e

Ketiga, secara defakto, setiap kekuasaan (kerajaan) itu berakhir, maka berakhir pula segala aturannya. "Sehingga semua produk hukum negara hangus bersama keruntuhannya," ujarnya.

Keempat, jika memang ada bukti legalitas, Surat Wasiat atau yang sejenis terhadap harta tersebut, pastilah sudah diambil oleh keturunan terdahulu.

"Dari beberapa alasan itulah, kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk segera mendalami kasus ini. Agar peristiwa Dimas Kanjeng tidak terjadi di Kabupaten Purworejo ini," harapnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Warga Resah Air PDAM Sering Mati
Berita Selanjutnya Semarak Festival Buah Durian di Kecamatan Bruno Purworejo 

Komentar Anda