Portal Indonesia
Habibie

Dinilai Laporannya Jalan Ditempat, Kuasa Hukum Koperasi "Citra Mandiri Raya" Angkat Bicara

berita terkini
Kuasa hukum dari Koperasi "Citra Mandiri Raya" menunjukkan surat laporan polisi.
ramadhan

PORTALINDONESIA.NET, PROBOLINGGO - Penasehat hukum Budi Santoso, SH., mengungkapkan kekecewaannya perihal laporan kliennya di Polsek Kraksaan Probolinggo, yang sudah berjalan enam bulan menunjukan perkembangan yang berarti. 

Pengacara asal Situbondo tersebut mengatakan, kliennya atas nama Achmad Zainul Arifin.S.Si dari Koperasi "Citra Mandiri Raya", sejak 23 Agustus 2019 lalu melaporkan inisial JZ di Polsek Kraksaan. Namun hingga kini, laporan tersebut belum ada tidak lanjut yang menunjukan perkembangan. Bahkan, pelapor merasa dipermainkan dalam kasus yang menimpa kliennya (Koperasi Citra Mandiri Raya) 

“Sudah hampir 6 bulan kasus ini belum ada kejelasan dari kepolisian, kami hanya diberi info jika terlapor sudah dipanggil sebanyak tiga kali namun tidak memenuhi panggilan dengan tidak ada alasan jelas, harusnya tiga kali tidak datang penyidik bisa mengambil langkah sesuai yang di atur dalam KUHP," terang Budi kepada awak media, Senin (24/01/2020). 

Budi juga menuturkan, kasus tersebut awalnya terlapor JZ (karyawan sebuah pabrik rokok), warga Dusun Silayar RT 02 RW 03 Desa Kragenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, meminjam uang sejumlah Rp 25 juta ke koperasi Citra Mandiri Raya dengan jaminan buku tabungan bank dan ATM khusus gaji dari pabrik rokok tempatnya bekerja.

"Selama 11 bulan, angsuran dengan pemoti dan gaji dari bank tersebut tidak ada masalah. Namun di bulan selanjutnya, pihak koperasi (kliennya) tidak bisa mengambil kembali dari bank karena buku tabungan terlapor diblokir oleh pihak bank. Usut punya usut, ternyata JZ melaporkan kehilangan buku tabungan dan ATM ke polisi sehingga terjadi pemblokiran," paparnya.

Mengetahui hal tersebut pihak koperasi menghubungi JZ untuk mencari penyelesaian, tapi terlapor JZ selalu berkelit dan menghindar.

"Karena tidak menemukan titik temu, maka kami memilih melaporkan hal tersebut ke Polsek Kraksaan. Tapi kami kecewa sikap dari kepolisian yang terkesan jalan ditempat menangani kasus ini. Ada apa kok polisi terkesan takut memanggil terlapor, harusnya tiga kali tidak datang polisi bisa mengambil tindakan," ujar Budi menyayangkan. 

Disinggung apakah pernah dilakukan mediasi, Budi mengatakan bahwa mediasi itu sudah pernah dilakukan sampai empat kali dan terahir terlapor menggunakan pengacara. Pengacaranya saat itu menyepakati jika sampai tanggal 20 Desember 2019, dan lewat dari tanggal yang disepakati belum ada pembayaran maka proses hukum berlanjut. 

"Kami mengharap JZ sebagai dibetur Koperasi Citra Mandiri Raya dengan pengacaranya dapat menyelesaikan segera atau paling tidak mereka datang jika memang ada etikat baik datang kepolsek. Jika tidak datang maka akan di proses secara hukum," bebernya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya laporan yang dinilai lamban oleh kuasa hukum Koperasi Citra Mandiri Raya, Kapolsek Kraksaan AKP Sujianto, SH., M.M., menegaskan bahwa kasus tersebut tetap berjalan sesuai aturan.

"Kami dari pihak kepolisian sudah melakukan sesuai prosedur. Jika kami dianggap lamban menangani kasus ini, itu tidak benar," tegas AKP Sujianto saat di temui di Mapolsek Kraksaan, Selasa (14/01/2020)

AKP Sujianto juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah dua kali melakukan pemanggilan terhadap JZ, namun tidak mengindahkan penggilan tersebut.

"Selain itu kami sudah menghubungi secara pribadi pengacara dari JZ, tapi tidak hadir dan hanya janji saja," ungkapnya. 

AKP Sujianto menambahkan, untuk jaminan buku tabungan serta kartu ATM dan jaminan lainya masih ada di koperasi. "Namun kedua pihak belum pernah ketemu," pungkasnya.

Reporter : A. Hadari Asyari
Editor : Abdul Hakim
444
Berita Sebelumnya Malang Berkebaya, KKI Lestarikkan Tradisi Nusantara
Berita Selanjutnya Semarak Festival Buah Durian di Kecamatan Bruno Purworejo 

Komentar Anda